Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Berangkat dari Keterbatasan, Inovator Desa Sempayang Sukses Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah Sebulan

Berangkat dari keterbatasan, Inovator Desa Sempayang sukses raup omzet puluhan juta rupiah sebulan.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com/Mohammad Supri
Alat dan mesin pertanian teknologi tepat guna karya Inovator Posyantek Desa Sempayang dipamerkan di Lansekap Pro Sehat Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (25/10/2021). (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARQ.COM, MALINAU - Berangkat dari keterbatasan, Inovator Desa Sempayang sukses raup omzet puluhan juta rupiah sebulan.

Keterbatasan sarana pertanian di Desa menjadi motivasi bagi warga Desa Sempayang, Kecamatan Malinau Barat melakoni dunia teknologi tepat guna.

Inovator Posyantek Desa Sempayang, Aprem menjelaskan awal mula ketertarikannya menekuni dunia teknologi tepat guna berawal dari keterbatasan alat pertanian di desa.

Baca juga: P3MD Sebut 4 Desa Naik Status Hasil IDM 2021, Debby Debora: Desa Mandiri di Malinau Tambah jadi 13

"Pas awal-awal dulu, berangkat dari keterbatasan kita di desa. Tidak ada mesin pertanian. Akhirnya coba-coba buat, pertama kali saya buat alat pemotong padi dari mesin rumput," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (25/10/2021).

Ia mengaku kerap mengalami kegagalan. Demikian halnya minimnya ketersediaan saran pendukung termasuk keadaan finansial.

Meski dengan keterbatasan alat dan sarana, Aprem mengatakan bukan alasan bagi seorang inovator untuk menghasilkan karya.

"Dulu kita belum ada internet, jadi kita belajar mandiri, terus belajar dari pendamping desa. Lama-lama jadi hobi, kemudian punya niat mau bikin alat skala besar," katanya.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Energi, Bupati Malinau Inginkan Pemprov Kaltara Terus Sinergi Bangun PLTA Mentarang

Saat ini, alat dan mesin pertanian sederhana milik Aprem dan inovator desa lain banjir pesanan. Tak sedikit pendapatan yang dihasilkan dari hobi yang ditekuninya.

Aprem mengaku, total penghasilan hasil penjualan TTG mesin pertanian miliknya mencapai Rp 26 juta dalam sebulan.

"Sebenarnya kalau ditekuni serius lumayan yah penghasilannya. Karena bahannya bisa dari barang bekas yang layak. Kalau saya hitung-hitung, bulan ini total penghasilan kotor ada Rp 26 juta," ungkapnya.

Baca juga: Tambah Ruang Terbuka Hijau Arena Pro Sehat, Berikut Lokasi RTH Publik di Kabupaten Malinau

Diantara alat pertanian miliknya yang laku keras di pasaran adalah mesin pencacah batang pisang untuk pakan ternak. Mesin tersebut berkapasitas 400 hingga 500 kg per jam.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved