Hari Pahlawan

26 Pantun Hari Pahlawan 10 November, Kenang Jasa Pahlawan dengan Pantun Bermakna dan Menggugah Hati

Kumpulan pantun peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021, untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang gugur di medan perang membela tanah air.

Penulis: N Anastasia | Editor: Amiruddin
Freepik
Ilustrasi Hari Pahlawan. 

Masak ayam di kuali,
Ayam dari Taiwan.
Jasa pahlawan tidak dihargai,
Padahal harta dan nyawa rela dikorbankan.

Sungguh segar udara subuh,
Embun pagi belum tampak.
Hidup pantang cari musuh,
Musuh datang pantang menolak.

Pedati ditarik sapi
Ditemani Kereta kuda
Berjuang sepenuh hati
Mencapai Indonesia merdeka

Pagi-pagi olahraga,
Olahraga ingin makan pisang.
Meski raga pejuang telah tiada,
Namamu tetap akan dikenang.

Beli apa-apa pakai uang,
Uang buat beli semangka.
Jangan lupakan jasa pejuang,
Hargai jasa mereka.

Jalan-jalan melihat beruang,
Beruang lucu sekali tingkahnya.
Sungguh besar jasa pejuang,
Rela mati demi bangsanya.

Maju terus pantang mundur,
Hilangkan rasa takut busungkan dada.
Walau jasadmu telah terkubur,
Namun, semangatmu masih bergelora.

Awan hitam mulai turunkan hujan,
Asapnya hilang senangkan masyarakat.
Jiwa besar para pahlawan,
Akan ku bawa hingga akhir hayat.

Cita-cita paling mulia,
Terbenam indah di dalam jiwa.
Para pahlawan negeri tercinta,
Akan ku lanjutkan perjuangannya.

Memang pahit buah peria,
Makanan orang pergi menjala.
Jikalau mengaku taat setia,
Bersamalah kita pertahankan negara.

Bunga indah di dekat taman,
Riang anak tertawa ria.
Sungguh luar biasa kemerdekaan,
Direbut dengan darah dan nyawa.

Kakek memijat dengan hati-hati,
Nenek senang karena dipijat.
Pahlawan tak pernah mati,
Akan terkenang sepanjang hayat.

Kami kagum dengan perjuanganmu,
Walau bersenjata bambu.
Tidak takut maju menyerbu,
Mengusir penjajah berpeluru.

Apalah makna membawa parang,
Jikalau tidak bawa belati.
Apalah makna kemedan perang,
Jikalau tidak berani mati.

Gelar Aceh adalah Teuku,
Salah satu nama saudaramu.
Terima kasih pahlawanku,
Sungguh besar jasa-jasamu.

Kakek tersenyum menawan,
Ternyata nenek sudah berpunya.
Mengenang selalu jasa pahlawan,
Dengan cara mengharumkan namanya.

Kakek menceraikan karena emosi,
Nenek yang selingkuh dengan si kaya.
Harumkan dengan prestasi,
Berjuang untuk Indonesia Raya.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved