Berita Tarakan Terkini

Temuan Barang Antik Meriam dan Guci Keramik, Diduga Dibawa Kapal yang Karam di Tepi Laut Tarakan

Temuan barang antik meriam dan guci keramik, diduga dibawa kapal yang karam di tepi laut Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
FOTO: DOKUMENTASI PRIBADI
Marten Ba’ba saat menunjukkan benda diduga peninggalan bersejarah yang ditemukan di ladang miliknya di wilayah RT 13 Kelurahan Juata Laut pada akhir Februari 2022 kemarin. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Temuan barang antik meriam dan guci keramik, diduga dibawa kapal yang karam di tepi laut Tarakan.

Komunitas pecinta sejarah tergabung dalam Tarakan Tempo Doloe ikut menanggapi penemuan benda berupa meriam dan barang keramik yang ditemukan keluarga petani di RT 13 Keluarahan Juata Laut.

Dikataan diduga peninggalan sejarah oleh keluarga petani di RT 13 Kelurahan Juata Laut.

Baca juga: Diduga Peninggalan Sejarah, Petani di Tarakan Temukan Benda Mirip Meriam dan Barang Keramik

Marten Ba’ba saat menunjukkan benda diduga peninggalan bersejarah yang ditemukan di ladang miliknya di wilayah RT 13 Kelurahan Juata Laut pada akhir Februari 2022 kemarin.
Marten Ba’ba saat menunjukkan benda diduga peninggalan bersejarah yang ditemukan di ladang miliknya di wilayah RT 13 Kelurahan Juata Laut pada akhir Februari 2022 kemarin. (FOTO: DOKUMENTASI PRIBADI)

Pihak Komunitas Tarakan Tempo Doloe juga sudah ke lokasi penemuan dan melihat langsung kondisi benda-benda yang ditemukan oleh Jufriyanto Marten, bersama Marten Ba’ba, petani yang juga merupakan warga RT 13 Kelurahan Juata Laut.

Dari pengamatan mereka, diduga benda-benda tersebut berasal dan dibawa dari kapal yang singgah atau karam di kawasan atau titik penemuan.

“Karena kebun milik petani ini dulunya adalah tepian pantai di sekitar 100 tahun lalu,” urai Jali, perwakilan Komunitas Tarakan Tempo Doloe.

Sebelumnya diberitakan, satu keluarga petani menemukan benda menyerupai meriam diduga merupakan peninggalan sejarah pada 28 Februari 2022 lalu.

Selain meriam, juga menemukan barang keramik seperti guci, teko dan mangkok.

Kala itu, Jufriyanto Marten, bersama Marten Ba’ba, sang ayah yang berprofesi sehari-hari sebagai petani sedang membuat bedengan untuk menanam cabai di kedalaman 20 sentimeter pada pekan lalu.

Saat asyik mencangkul, salah satu cangkul petani menyentuh benda keras. Sontak Jufri yang berada tak jauh dari lokasi segera mendekat dan melihat benda asing tersebut.

Setelah diangkat, benda itu tampak menyerupai meriam kecil. Meriam itu terbuat dari perunggu dan diperkirakan memiliki panjangan satu meter.

Baca juga: Calon Penumpang Speedboat Reguler Rute Nunukan ke Tarakan Wajib Perlihatkan Kartu Vaksin Covid-19

Ternyata di titik lainnya, menyusul ditemukan benda-benda antik dengan dugaan sama yakni merupakan bekas peninggalan bersejarah.

Yang ditemukan yakni sejumlah barang keramik yang antik seperti guci dan mangkuk serta teko yang terbuat dari tanah liat.

Dikatakan Jufri, sapaan akrabnya, saat Marten Ba’ba, sang ayah menemukan benda tersebut, dirinya posisinya tidak berada di titik lokasi yang sama.

“Saya di sebelah sananya. Posisi bapak buat bedengan kan mau tanam Lombok,” urainya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved