Berita Bulungan Terkini

Pemerintah Arab Saudi Cabut Aturan Karantina & Tes PCR Bagi CJH, Begini Tanggapan Kemenag Bulungan

Pemerintah Arab Saudi mencabut kebijakan tak lagi PCR bagi Calon jemaah haji, Kemenag Bulungan masih menunggu kebijakan baru dari Kemenang RI.

TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Suasana Calon Jemaah Haji Kabupaten Bulungan antre untuk disuntik vaksin booster 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mencabut kebijakan jarak sosial dan memakai masker di luar ruangan terkait pencegahan penularan Covid-19.

Bahkan pemerintah Arab Saudi tidak lagi mewajibkan pendatang untuk memberikan hasil tes PCR dan menjalani karantina wajib Covid-19 saat tiba di negaranya.

Terkait kebijakan Arab Saudi tersebut, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, H. Mursal Noer mengaku, masih menanti kebijakan baru dari Kemenag RI.

Baca juga: Tunggu Keberangkatan, 80 Calon Jemaah Haji Kabupaten Bulungan Disuntik Vaksin Booster

"Ya intinya kita tetap menunggu kebijakan regulasi baru dari pemerintah pusat dan Kemenag RI, harapannya apa yang telah ditetapkan kerajaan Arab Saudi itu bisa membawa angin segar membantu proses CJH Indonesia secara khusus dari Bulungan bisa terealisasi juga," ucapnya, Jumat (11/3/2022).

Kemudian untuk skema keberangkatan calon jemaah haji tahun 2022 asal Indonesia, kata Mursal Noer tetap ikuti aturan berlaku dari pemerintah.

Baca juga: Calon Jemaah Haji yang Berangkat Tahun 2022 Wajib Disuntik Vaksin Meningitis, Begini Alasannya

"Ya kita tetap ikuti aturan dari pemerintah dan Kemenag RI," ucapnya.

Senada, Kepala Kantor Kakanwil Kemenag Kabupaten Bulungan Saimin berpendapat peraturan baru Kerajaan Arab Saudi menghapus karantina Covid-19 dan Tes PCR Calon Jemaah Haji Tahun 2022 akan berdampak pada penyelenggaraan haji dan umrah.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, H. Mursal Noer
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, H. Mursal Noer (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

"Kalau dilihat dari tanda-tanda kebijakan baru protokol kesehatan Arab Saudi semakin longgar ya persyaratan tidak perlu PCR dan Karantina, ini juga akan berdampak pada kegiatan penyelenggara ibadah haji dan umrah," ucapnya.

Sebab, pemerintah Indonesia masih memberlakukan kebijakan One Gate Policy atau satu pintu pemberangkatan jemaah umrah dari asrama haji.

Baca juga: Masuk Arab Saudi tak Perlu PCR & Karantina, Kemenag Nunukan: Kabar Gembira Buat Calon Jemaah Haji

"Nah kemudian jemaah haji yang sekarang ini kan melakukan vaksin ke tiga, setelah itu kalau tahun ini mereka berangkat ada lagi vaksin namanya vaksin meningitis, minimal 10 hari sebelum datang di Arab Saudi," ucapnya.

Ia menambahkan, vaksin meningitis secara umum sudah terlaksana sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Vaksin meningitis di luar dari rangkaian vaksin Covid dan diwajibkan sebagai syarat melakukan perjalanan haji dan umrah di luar negeri ini anjuran Kemenkes RI," ucapnya.

Sementara itu, jadwal keberangkatan calon jemaah haji asal Kabupaten Bulungan tahun 2022 Saimin belum bisa memastikan kapan dapat terlaksana.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Aturan Protokol Kesehatan, Calon Jemaah Haji Indonesia Berangkat Tahun Ini?

"Ya kita tidak bisa memastikan ya, karena belum ada arahan dari kemenag RI jadi berangkat tahun ini atau tidak, tapi kita sudah lihat dari tanda tanda pelonggaran prokes ketat dari pemerintah Arab Saudi," ucapnya.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved