Berita Malinau Terkini
Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Induk Malinau Merangkak Naik, Cabai Rawit Semakin 'Pedas'
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di Pasar Induk Malinau Kota.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Penyebab mahalnya sejumlah komoditas bahan pokok di Malinau di antaranya disebabkan oleh kendala distribusi.
Selain ketersediaan stok lokal, sejumlah komoditas di pasaran banyak bergantung suplai bahan pokok yang diperoleh dari luar daerah.
Berdasarkan keterangan pedagang di tempat perbelanjaan dan Pasar Induk Malinau Kota, kondisi cuaca juga mempengaruhi rantai distribusi perdagangan di Malinau.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabe rawit dan daging ayam.
Baca juga: Sambut Puasa Pertama Ramadan 2022, Masyarakat Ramai Belanja di Pasar Induk Malinau
"Lombok ( cabe rawit ) ini naik sudah lebih 2 minggu, turun sedikit Rp 13 ribu satu ons, dekat puasa kemarin kembali Rp 15 ribu satu ons.
Ayam potong juga begitu, naik dari Rp 45 ribu jadi Rp 50 ribu sekilo," ujar Pedagang sembako dan daging di Malinau Kota, Rahman, Minggu (3/4/2022).
Menurutnya, pasokan cabe rawit lokal saat ini sulit diperoleh dikarenakan sebagian petani gagal panen.
Saat ini, harga cabe rawit di pasaran rata-rata dihargai Rp 150 ribu per kilogram.
Sementara untuk daging ayam potong dihargai Rp 50 ribu per kilogram.
Sementara stok dari luar daerah dari Tanjung Selor dan Berau, Kaltim juga mulai melonjak.
Keterlambatan distribusi juga dipengaruhi kondisi cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Malinau, Frans Tonapa menerangkan distribusi merupakan faktor penting.
"Untuk barang tertentu, pengiriman kadang terlambat karena satu dua masalah.
Stok menipis, jadi harga naik. Seperti cabai rawit itu banyakan dari luar, makanya harganya kurang stabil," katanya.
Menurut Frans, banyak faktor penyebab keterlambatan distribusi, mulai karena kondisi cuaca hingga ketersediaan BBM di daerah.
(*)
Penulis : Mohammad Supri