Berita Malinau Terkini

Selain Jaringan Internet, Rekaman Data Kependudukan Kerap jadi Kendala Input Data Vaksinasi Malinau

Selain jaringan internet, rekaman data kependudukan kerap jadi kendala input data vaksinasi Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinas Kesehatan PPKB Malinau, Arifin saat memaparkan hasil evaluasi vaksinasi Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan PPKB Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (13/4/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Selain jaringan internet, rekaman data kependudukan kerap jadi kendala input data vaksinasi Malinau.

Evaluasi setahun pelaksanaan vaksinasi Covid-19, sejumlah kendala kerap menjadi masalah cakupan vaksinasi di Malinau.

Pembaruan data kasus terkonfirmasi dan vaksinasi Covid-19 secara terintegrasi dan Daring bertujuan untuk menakar penanganan Covid-19 di daerah.

Baca juga: Tersisa Malinau Belum Rotasi Pejabat, Bupati Wempi W Mawa Beri Sinyal Rencana Pergeseran Pejabat

Namun untuk beberapa wilayah yang masih belum ditunjang akses dan fasilitas memadai, pembaruan data menjadi momok bagi petugas kesehatan dan vaksinator.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinas Kesehatan PPKB Malinau, Arifin menyampaikan dalam beberapa kasus, persoalan tersebut kerap menjadi permasalahan.

"Di Malinau, kita punya 16 Puskesmas, 9 diantaranya tidak memiliki koneksi 24 jam. Bahkan ada yang berhari-hari tidak mendapatkan jaringan internet. Sementara input data di Aplikasi Pcare itu harus tepat waktu," ujar Arifin, Rabu (13/4/2022).

Beragam jenis aplikasi untuk keperluan penginputan data, mulai dari sebaran vaksinasi hingga angka konfirmasi justru membuat permasalahan tambah runyam.

Arifin menjelaskan, aplikasi input data yang terintegrasi secara Daring tersebut memerlukan koneksi internet yang stabil.

Selain internet, masalah yang kerap dikeluhkan petugas adalah sinkronisasi data kependudukan.

Sebagai contoh pembaruan data kependudukan, seperti nama dan NIK. Data yang diinput harus benar-benar sesuai, jika tidak secara otomatis akan ditolak oleh sistem.

Baca juga: Evaluasi Vaksinasi Covid-19 di Malinau, Fasyankes Diminta Perhatikan Waktu Kedaluwarsa Stok Vaksin

"Ada beberapa kasus, seperti di Pujungan, Metut dan Long Berang, datanya atau NIK nya tidak update. Sehingga betul-betul menyulitlan kita saat penginputan di PCare," ucapnya.

Permasalahan tersebut lanjut Arifin perlu mendapat perhatian serius. Ketidaksesuaian data sasaran juga menjadi problema besar terhadap margin capaian vaksinasi.

Selisih jumlah sasaran daerah dengan KPC PEN juga mempengaruhi persentase capaian. Yakni mencapai 2.441 sasaran.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved