Berita Tarakan Terkini

Soal Kenaikan BBM Jadi Tuntutan Mahasiswa, Pertamina Tarakan Singgung Perang Rusia vs Ukraina

Soal kenaikan BBM & LPG jadi salah satu tuntutan mahasiswa, Pertamina Tarakan singgung perang Rusia vs Ukraina.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aksi mahasiswa di Tarakan menuntut tiga poin untuk disuarakan ke pusat mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, pada Rabu (13/4/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Soal kenaikan BBM & LPG jadi salah satu tuntutan mahasiswa, Pertamina Tarakan singgung perang Rusia vs Ukraina.

Dua hal yang turut menjadi poin tuntutan Aksi Aliansi Mahasiswa Tarakan Menggugat yakni persoalan kenaikan harga BBM pertamax dan LPG.

Di momen aksi ini, turut pula hadir Azri Ramadan Tambunan, Sales Branch Manager Rayon V Kaltimut Pertamina Depo Tarakan.

Di hadapan mahasiswa ia membeberkan kondisi dan sebab terjadinya kenaikan harga BBM.

Baca juga: Sikapi Tuntutan Mahasiswa, Ini Kata Wali Kota Tarakan, Singgung Soal Belum Disahkannya UU Sisdiknas

Aksi mahasiswa menuntut tiga poin untuk disuarakan ke pusat pada Rabu (13/4/2022).
Aksi mahasiswa menuntut tiga poin untuk disuarakan ke pusat pada Rabu (13/4/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Mengenai kenaikan harga Pertamax sebelumnya seharga Rp 9.200 per liter kini menjadi Rp 12.750 per liter.

Terjadi kenaikan sekitar 35 persen.

Alasan kenaikan lanjutnya, karena merespons kenaikan harga minyak dunia pasca peperangan antara Ukraina dan Rusia.

“Rusia, mungkin teman-teman sudah tahu kalau dia merupakan negara penyuplai minyak atau BBM ke 50 persen negara di Eropa. Jadi dia penghasil minyak. Merespons hal tersebut, kita menaikkan harga menjadi Rp 12.750 per liter dan dapat saya sampaikan sebenarnya harga ini sangat wajar. Karena Pertamina masih memberikan subsidi per liternya Rp3.500,” jelasnya.

Melihat harga BBM di negara-negara Asia dan lainnya, Indonesia memiliki harga terendah salah satunya selain Malaysia.

“Karena BBM Malaysia, disubsidi secara keseluruhan. Kalau di kita sebenarnya termasuk BBM harga terendah di ASEAN. Dan sebenarnya kita harus bersyukur, karena naiknya menjadi Rp 12.750 per liter,” ujarnya.

Kemudian membahas terkait ketersediaan BBM di daerah Pulau Jawa dan daerah padat penduduk yang memiliki banyak truk logistic dan di sana nantinya akan ada arus mudik, kemungkinan nantinya akan ada pasokan lebih.

“Tapi untuk di Tarakan ini saya kira kalau untuk arus mudik dan hal seperti itu tidak terlalu banyak. Jadi teman-teman jangan khawatir, dari Pertamina kami menjamin untuk ketersediaan stok BBM Pertamax, Pertalite dan solar serta dexlite,” tegasnya.

Dalam hal ini, sudah menjadi tugas dan bagian dari pertanggungjawaban Pertamina sebagai bagian dari BUMN yang menyediakan BBM.

Baca juga: Satpol PP Tarakan Razia Anak-anak Bermain Leduman dan Petasan, Kedapatan Bakal Diangkut

Aksi dialog bersama Wali Kota Tarakan, Wakil Wali Kota Tarakan, Kapolres Tarakan, Dandim 0907 Tarakan, Pertamina, Disdikbud, DKUKPM Kota Tarakan dan DP3APPKB Kota Tarakan, Rabu (13/4/2022).
Aksi dialog bersama Wali Kota Tarakan, Wakil Wali Kota Tarakan, Kapolres Tarakan, Dandim 0907 Tarakan, Pertamina, Disdikbud, DKUKPM Kota Tarakan dan DP3APPKB Kota Tarakan, Rabu (13/4/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH)

Selanjutnya, persentase pemakai BBM Pertamax sendiri lanjutnya, secara nasional mencapai 13 persen.

“Jadi sangat kecil. Di Tarakan persentasinya mencapai 10 persen saja. Sebenarnya Pertamax ini menyasar segmennya masyarakat mampu,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved