Berita Kaltara Terkini

Dugaan Ada Aliran Dana Briptu Hasbudi ke Rekening Oknum Jenderal, Kompolnas Sudah Lapor ke Kapolri

Dugaan ada aliran dana Briptu Hasbudi masuk rekening oknum Jenderal, Kompolnas RI sudah lapor ke Kapolri.

TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI Dr. Albertus Wahyurudhanto. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Dugaan ada aliran dana Briptu Hasbudi masuk rekening oknum Jenderal, Kompolnas RI sudah lapor ke Kapolri.

Selain Polda Kaltara berhasil mengungkap bisnis tambang emas ilegal milik oknum polisi Ditpolairud Polda Kaltara Briptu Hasbudi di Sekatak, Bulungan, Kalimantan Utara.

Isu soal dugaan ada aliran dana bisnis ilegal milik Briptu Hasbudi mengalir kepada pejabat, ataupun oknum polisi berpangkat jenderal kini menjadi perbincangan masyarakat.

Baca juga: Kapolda Kaltara Benarkan Timsus Amankan Senpi Dalam Kasus Briptu HSB, Satu Senjata Masih Dilacak

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI Dr. Albertus Wahyurudhanto menuturkan, terkait kasus tersebut sudah ditangani PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

"Tadi menurut informasi dari Dirkrimsus Polda Kaltara tentang temuan aliran dana itu sudah ditangani PPATK. Kami hanya minta segera dipercepat sehingga nantinya siapa yang pelakunya, uang itu dilarikan kemana itu kewenangan di PPATK," ucapnya.

Tak hanya itu, menurut Wahyu (sapaan akrabnya), sampai hari ini progres penyelidikan Tim Polda Kaltara terhadap pengungkapan kasus tambang emas ilegal milik Briptu Hasbudi sangat transparan.

"Dalam pantauan kami sudah sangat transparan dan profesional proses pengungkapan kasus ini oleh Polda Kaltara hasilnya dari 5 tersangka diamankan masih ada 1 DPO, jadi kami lihat prosesnya sudah on the track tinggal kita kawal, publik jadi tahu," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Wahyu, langkah selanjutnya dari Kompolnas RI hanya ingin adanya temuan aliran dana ke oknum polisi jenderal dan pejabat bisa dipercepat penyelidikannya oleh tim penyidik Polda Kaltara.

"Itu sudah dilakukan dan meminta itu dipercepat. Kompolnas sebagai lembaga negara yang memiliki akses dengan lembaga pemerintahan yang lain dan meminta ini diakselerasi.

Termasuk Kompolnas tidak memiliki kewenangan terkait dengan penyidikan. Tetapi memiliki kewenangan koordinatif, misalkan bersama dengan lembaga negara, komisi kejaksaan, komisi yudisial,

Makanya kita dorong apakah yang dilakukan Polda itu sudah benar, proporsional atau telah memiliki kaidah yang ada. Kalau ada kesulitan, kami nanti akan membantu dan berkoordinasi dengan pusat," ucapnya.

Kemudian, terkait dengan dugaan adanya aliran dana Briptu Hasbudi ke oknum polisi berpangkat jenderal lainnya yang terlibat dalam kasus ini, kata Wahyu, Kompolnas belum mengetahui pasti.

Baca juga: Kembangkan Kasus Briptu HSB, Timsus Polres Tarakan Geledah Rumah Pelaku, Bagaimana Kondisinya Kini?

"Kalau ada dan membutuhkan dukungan Kompolnas atau lembaga lain apakah itu KPK atau dari instansi lain kita akan memberikan dukungan, kalaupun ada jangan ragu-ragu. Karena sekarang era sudah terbuka," ucapnya.

Sementara itu, kata Wahyu yang menjadi mengenai ada kasus dugaan aliran dana masuk ke rekening ke oknum polisi Jenderal, Kompolnas telah melaporkan ke Kapolri.

"Kami sudah sampaikan ke Pak Kapolri, agar melakukan sidak kepada anak buahnya untuk kerja benar. Jadi ada reward dan panismen," ungkapnya.

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved