Berita Tarakan Terkini

Keterampilan Literasi, Mampu Membuat Anak Memahami Ilmu Pengetahuan & Memperkuat Karakter

literasi merupakan kompetensi dasar yang akan menentukan masa depan anak. Ini disampaikan Zulfikri Anas, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Lokakarya Keberlangsungan Program Kemitraan Pendidikan untuk Mendukung Pemulihan Pembelajaran di Kaltara yang dilaksanakan di lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan, Selasa (31/5/2022) siang tadi. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pemahaman literasi merupakan kompetensi dasar yang akan menentukan masa depan anak. Ini disampaikan Zulfikri Anas, Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemdikbudristek dalam kegiatan Lokakarya Keberlangsungan Program Kemitraan Pendidikan untuk Mendukung Pemulihan Pembelajaran di Kaltara yang dilaksanakan di lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan, Selasa (31/5/2022) siang tadi.

Zulfikri Anas mengungkapkan saat menyampaikan sambutan pembukannya, hanya dengan memiliki keterampilan literasi, maka anak akan mampu memahami ilmu pengetahuan, mengasah keterampilan, dan memperkuat karakter serta budi pekertinya. “Semakin baik keterampilan literasi, maka semakin baik prestasi belajar anak,” ungkap Zulfikri.

Lebih lanjut Zulfikri mengatakan Kemdikbudristek telah mengeluarkan beberapa kebijakan baru untuk mengatasi masalah learning loss.

Baca juga: Resmi Diangkat Jadi PPPK, 101 Guru di Malinau Dibekali Literasi Dasar, Siap Ditempatkan di Pedalaman

Salah satunya dengan meluncurkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

Kurikulum Merdeka ini lanjutnya lagi, memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran.

“Seperti pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter, fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi,” jelasnya,

Baca juga: Program Desa BRIlian, Tingkatkan Pengelolaan Keuangan, Bisa Dapat Bekal Literasi Bisnis

Dan juga ada fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.

“Dibutuhkan kerja sama antara semua pihak, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, swasta, dan masyarakat untuk menuntaskan tantangan pendidikan ini. Peran serta semua pihak sangat diharapkan untuk meningkatkan keterampilan literasi di daerah masing-masing,” beber Zulfikri.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan (FKIP UBT), Suyadi mengatakan hasil assessment nasional 2021, menunjukkan belum sampai 50 persen siswa SD di Kaltara yang mencapai kompetensi minimum untuk keterampilan membaca.

Padahal keterampilan membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang anak untuk bisa mengembangkan kemampuan dan potensi dirinya.

Hanya dengan terampil membaca, seorang anak dapat memahami mata pelajaran dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Seharusnya seorang siswa SD harus sudah terampil membaca di kelas 3 SD,” terangnya.

Baca juga: Hadiri Dialog HMI, Wali Kota Tarakan Ajak Pemuda Aktif Perangi Covid-19: Perlu Tingkatkan Literasi

Lebih lanjut Suyadi mengatakan guru memiliki peran penting dalam proses pemulihan pembelajaran. Terutama dalam memulihkan kemampuan literasi.

“Guru dituntut mampu melakukan assessment baik secara kognitif dan non-kognitif, melakukan pembelajaran terdiferensiasi, dan membuat bahan ajar yang sesuai dengan kemampuan sisw,” urainya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved