Berita Bulungan Terkini

Masih Ada Penolakan Vaksinasi Booster di Daerah 3T, Pemberian Suntikan Vaksin Secara Door to Door

Masih ada penolakan vaksinasi booster di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T), pemberian suntikan vaksin covid-19 ke warga secara door to door.

(HO/Humas Puskesmas Pulau BUNYU)
Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Pasar Pulau Bunyu Sabtu (9/7/2022) 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Masih ada penolakan vaksinasi booster di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T), pemberian suntikan vaksin covid-19 ke warga secara door to door.

Kepala Puskesmas Pulau Bunyu, Adnan menuturkan saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa vaksinasi dosis satu dan dua sudah bisa menjadi syarat perjalanan udara, sehingga banyak masyarakat yang enggan untuk menerima suntikan booster.

Meskipun vaksinasi telah digelar secara masif. Namun, hingga saat ini masih ditemukan masyarakat yang menolak divaksin.

"Masyarakat juga masih banyak yang menolak divaksin apalagi kita tinggal di daerah 3T Terdepan, Terluar, Tertinggal," ucapnya Sabtu (9/7/2022).

Baca juga: Petani Desa Binai Tingkatkan Produksi Beras Lokal, Wakil Bupati Bulungan Ingkong Alaa Mendukung  

Namun, kata Adnan, jumlah masyarakat yang menolak untuk divaksin tidak banyak sebab, dalam pelaksanaan vaksinasi puskesmas bekerja sama dengan lintas sektoral.

Seperti, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkantibmas) dan tokoh masyarakat untuk door to door mendatangi sasaran pemberian vaksin.

"Untuk di Kecamatan Bunyu capaian vaksinasi kita cukup tinggi. Kenapa?, karena pelayanan vaksinasi kita lakukan dengan metode door to door bersama lintas sektoral," ungkapnya.

Hingga saat ini capaian vaksinasi dosis lengkap di Bunyu sudah mencapai 82 persen.

Meskipun kata Adnan, pelayanan vaksinasi akan terus dilakukan bersama TNI, Polri dan Binda Kaltara dan Dinas Kesehatan.

"Syarat tes antigen dan RT-PCR tidak lagi menjadi syarat untuk pelaku perjalanan yang sudah vaksin dosis kedua dan ketiga dan vaksinasi booster akan terus kami lakukan bersama TNI Polri dan Dinas Kesehatan," ucapnya.

Kata Adnan masyarakat beranggapan vaksinasi cukup sampai dosis dua selain itu, penerima vaksin yang mengalami gejala pada dosi satu dan dua juga memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat untuk menerima suntikan vaksin.

"Orang yang takut jarum suntik juga ada. Nah, ini juga akan memengaruhi tingkat partisipasi masyarakat," ujarnya.

Karena itu, kata Adnan capaian vaksinasi booster relatif lebih rendah dibandingkan dosis satu dan dua. Untuk itu, perlu strategi khusus untuk mendorong cakupan.

"Vaksinasi booster dengan TNI, Polri, Binda Kaltara ini juga menjadi salah satu upaya kita untuk mendorong capaian vaksinasi di Kabupaten Bulungan. Khususnya di Kecamatan Bunyu," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved