HUT Proklamasi

Kisah Asep, Pria Garut ke Perbatasan RI-Malaysia di Nunukan Dagang Aksesoris Bendera Merah Putih

Kisah Asep, pria asal garut merantau ke daerah perbatasan RI-Malaysia di Nunukan untuk berdagang aksesoris bendera Merah Putih.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Asep melayani pembeli aksesoris bendera merah putih di atas trotoar Jalan TVRI Nunukan, Sabtu (13/08/2022), sore. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Asep (30) warga Kabupaten Garut, Jawa Barat datang ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) untuk dagang aksesoris Bendera Merah Putih.

Setiap tahunnya, menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, pedagang aksesoris Bendera Merah Putih menjamur di sepanjang trotoar Jalan TVRI Nunukan.

Dari pantauan di lapangan, Bendera Merah Putih dengan berbagai ukuran. Begitu juga aksesoris Bendera Merah Putih, yang dijadikan penghias kendaraan motor maupun mobil. Termasuk umbul-umbul.

Saat ditemui disela kesibukannya melayani pembeli, Asep mengatakan dirinya mulai 1 Agustus sudah menjajakan aksesoris Bendera Merah Putih di trotoar Jalan TVRI Nunukan.

Baca juga: Dataran Tinggi Krayan di Nunukan, Bakal Dapat 18 Kali Penerbangan SOA Barang Hingga Desember 2022

"Baru tahun ini saya ke Nunukan. Kebetulan juga di sini ada saudara. Jadi saya sekaligus dagang aksesoris Bendera Merah Putih," kata Asep kepada TribunKaltara.com, Sabtu (13/08/2022), pukul 14.30 Wita.

Asep yang kesehariannya di Garut sebagai buruh harian lepas, ternyata punya alasan tersendiri jauh-jauh ke Nunukan untuk berdagang aksesoris Bendera Merah Putih.

"Inikan daerah perbatasan RI-Malaysia, rasa cinta tanah air penting untuk dihidupkan terus. Minimal berdagang aksesoris Bendera Merah Putih seperti ini, kita ikut mengambil bagian dalam HUT Kemerdekaan RI," ucapnya.

Aksesoris Bendera Merah Putih yang dijual Asep mulai kisaran harga Rp5.000 hingga Rp350.000.

"Kalau untuk hiasan kendaraan itu harganya Rp5.000. Paling mahal itu bendera background merah putih Rp300.000-Rp350.000. Umbul-umbul itu Rp35.000-Rp50.000," ujar Asep.

Dari Garut Asep membawa 3 karung berisi aksesoris Bendera Merah Putih. Ia menuturkan antusias masyarakat Nunukan untuk membeli aksesoris Bendera Merah Putih sangat tinggi sekali.

Baca juga: Imigrasi Nunukan Deportasi 3 WNA yang Diduga Spionase, Tidak Ada Bukti Pelanggaran Izin Tinggal

"Jadi 3 karung aksesoris itu saya kirim lewat paket barang. Saya hitung-hitung ada sekira Rp4.000.000 pemasukan dari menjual aksesoris Bendera Merah Putih. Kalaupun nanti tidak habis, ya nggak masalah," ungkapnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved