Berita Malinau Terkini

Suplai Air Bersih Warga Malinau Terhenti, Dampak Luapan Kolam Tuyak Hutan PT KPUC di Desa Langap

Suplai air bersih untuk warga Malinau terhenti, hal tersebut dikarenakan dampak luapan Kolam Tuyak Hutan yang dikelola PT KPUC di Desa Langap.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Kondisi air baku aliran Sungai Malinau dan Sungai Sesayap Sore ini, Rabu (17/8/2022). Aliran sungai ini merupakan sumber air baku IPA Kuala Lapang yang membawahi pelanggan di Kecamatan Malinau Kota dan Malinau Barat. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Peristiwa meluapnya air tanggul penampungan sisa batubara yang dikelola oleh PT KPUC di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan kini berdampak ke ibu kota kabupaten, Rabu (17/8/2022).

Luapan air dari kolam penampungan di Desa Langap tersebut disebut sebagai Tuyak Hutan kini telah sampai ke aliran Sungai Malinau dan Sungai Sesayap.

Sungai Sesayap merupakan sumber air baku Instalasi Pengolahan Air atau IPA Kuala Lapang Perumda Apa Mening yang menyuplai air bersih ke permukiman di Kecamatan Malinau Kota dan Malinau Barat.

Pantauan TribunKaltara.com, hingga sore hari ini, suplai air bersih masih belum mengalir ke permukiman dan rumah pelanggan.

Baca juga: Kapolres Malinau Bantah Kabar Warga Dikriminalisasi, Saat Jebolnya Kolam Batubara Malinau Selatan

Kolam Penampungan Batubara jebol hingga ke wilayah permukiman penduduk di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (16/8/2022).
Kolam Penampungan Batubara jebol hingga ke wilayah permukiman penduduk di Desa Langap, Kecamatan Malinau Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (16/8/2022). (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

Manager Pelayanan Pelanggan Perumda Apa Mening, Sopiansyah mengatakan, kapasitas produksi IPA Kuala Lapang dikurangi karena kondisi air baku.

"Produksi Air bersih IPA Kuala Lapang dikurangi karena kondisi air baku saat ini sulit diolah. Dua kecamatan terdampak, Malinau Barat dan Malinau Kota," ujarnya.

Kebijakan membatasi produksi air merupakan keputusan sesuai beleid perusahaan jika terjadi insiden seperti yang terjadi di Malinau Selatan.

Berdasarkan data Perumda Apa' Mening, jumlah pelanggan hingga akhir 2021 di dua kecamatan tersebut berjumlah 8.155 KK.

Dengan rincian, jumlah pelanggan di Malinau Barat berjumlah 4.258 KK, dan 3.897 KK di Kecamatan Malinau Kota.

Baca juga: Tanggul Kolam Limbah Batu Bara PT KPUC Jebol, Dinas Lingkungan Hidup Kaltara Akan Beri Sanksi?

Dokumentasi di lokasi tanggul penampungan diduga cairan limbah batu bara yang jebol ke jalan umum Desa Langap, Malinau Selatan, Malinau Kaltara
Dokumentasi di lokasi tanggul penampungan diduga cairan limbah batu bara yang jebol ke jalan umum Desa Langap, Malinau Selatan, Malinau Kaltara (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Aliansi Peduli Masyarakat Adat Se-Sungai Malinau)

Dalam keterangan persnya kepada awak media malam tadi, Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengatakan dirinya telah memberikan perintah langsung kepada Direktur Perumda Apa Mening untuk menyiasati kebutuhan warga terdampak.

"Setelah kejadian, saya telah menyampaikan kepada Direktur PDAM secara langsung bagi warga kita di hilir yang terdampak supaya disuplai air bersih bagi warga terdampak di IPA Kuala Lapang," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved