Berita Malinau Terkini

Bawa Unggas Bayar Rp 440 Ribu, Warga Data Dian Keberatan Kebijakan Baru Penerbangan Perintis

Bawa unggas bayar Rp 440 Ribu, warga perbatasan RP-Malaysia di Desa Data Dian, Kayan Hilir, Malinau beber kebijakan penerbangan perintis memberatkan

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Pengguna jasa penerbangan perintis Malinau-Data Dian sekaligus Tokoh Masyarakat Data Dian, Sugeng Daryanto saat menunjukkan kwitansi biaya tambahan 2 ekor unggas di Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pengguna jasa penerbangan perintis rute Malinau menuju Desa Data Dian mempertanyakan tarif tambahan yang dikenakan maskapai.

Pengguna jasa penerbangan bersubsidi tersebut, Sugeng Daryanto keberatan terkait tambahan biaya yang dikenakan tarif setara satu orang penumpang.

Pria yang juga merupakan tokoh masyarakat Desa Data Dian tersebut baru mengetahui adanya ketetapan tarif tambahan untuk barang jenis unggas.

Sementara, jasa penerbangan oleh maskapai susi air tersebut merupakan jenis penerbangan yang disubsidi Pemerintah RI melalui APBN.

Baca juga: Warga Desa Data Dian Kini Punya Label Produksi Sendiri, Madu Kayan Siap Menembus Pasar Malinau

Penerbangan Perintis ke Lapangan Terbang Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu dari Bandara Kolonel Robert Atty Bessing Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu.
Penerbangan Perintis ke Lapangan Terbang Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu dari Bandara Kolonel Robert Atty Bessing Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (Tribun Kaltara)

"Sekarang, kalau bawa anak ayam, bebek atau burung itu dikenakan biaya tambahan. Kita cuma bawa 1 atau 2 ekor dikenakan biaya Rp 440 ribu. Kami merasa keberatan dengan adanya aturan dari pihak Susi air terkait biaya tambahan ini. ," ujarnya saat ditemui di Kediamannya, Sabtu (1/10/2022).

Sugeng mengaku heran saat dia dan beberapa rekanannya dimintai biaya setara satu orang penumpang karena membawa bawaan jenis unggas menuju ke Desa Data Dian.

Tarif tersebut diketahui telah ditetapkan oleh pihak maskapai, namun baru diketahui warga dan pengguna jasa penerbangan bersubsidi tersebut.

"Mertua saya naik bawa 2 ekor anak bebek yang baru menetas dikenakan Rp 440 ribu. Ada teman juga mau terbang, bawa seeekor burung dikenakan biaya tambahan yang sama," katanya.

Biaya tambahan untuk barang bawaan berjenis unggas tersebut memang telah diterapkan oleh pihak maskapai penerbangan Susi Air.

Khususnya untuk bawaan berupa unggas atau hewan diwajibkan untuk melalui proses karantina. Jika tidak akan dikenakan tarif tambahan yang nilainya setara satu penumpang.

"Kan tidak banyak biasa warga bawa, paling dua atau tiga ekor dibawa dari kota ke pedalaman. Karena ini juga penerbangan bersubsidi, dan tambahan biaya ini sangat memberatkan warga.

Kalau alasannya karena tidak Karantina, saya semenjak 1989 bolak balik Data Dian, belum pernah ngirim ayam disuruh karantina, baru kali ini," ucapnya.

Sugeng meminta agar kebijakan tersebut agar ditinjau ulang, atau memberikan keringanan kepada masyarakat.

Baca juga: Perjuangan IKBM dan Sekolah di Malinau Atasi Learning Loss, Kolaborasi Pembelajaran Ramah Anak

Sebab, dirasakan sangat membebani warga perbatasan dan pedalaman RI-Malaysia. Tidak ada cara lain, bagi warga untuk membawa barang ke daerah perintis selain melalui penerbangan bersubsidi.

"Kalaupun ada kebijakan tambahan biaya, tolong diinformasikan, sosialisasikan ke masyarakat. Kami selaku warga juga meminta agar Pemerintah meringankan biaya ini, karena sangat membebankan masyarakat. Apalagi ini penerbangan disubsidi APBN. Kecuali bobotnya dalam jumlah besar, kalau satu atau dua kami minta diringankanlah," katanya.

Saat berita ini diturunkan, TribunKaltara.com masih berupaya menghubungi pihak maskapai dan otoritas bandara untuk penerbangan bersubsidi tersebut.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved