Berita Tarakan Terkini
Muscab IX DPC Hiswana Migas Tarakan Digelar, Beber Pencapaian Pemenuhan Kebutuhan BBM dan LPG
Dalam musyawarah yang dimulai pukul 08.00 WITA pagi tadi, diawali dengan pembukaan dan kemudian pukul 10.00 WITA dan dilanjutkan rapat pleno.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kegiatan Musyawarah Cabang IX DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Tarakan yang membawahi wilayah Kaltara dan Berau Kaltim digelar Selasa (11/10/2022).
Dalam musyawarah yang dimulai pukul 08.00 WITA pagi tadi, diawali dengan pembukaan dan kemudian pukul 10.00 WITA, dilanjutkan dengan kegiatan rapat pleno.
H Fitriansyah, Ketua Hiswana Migas DPC Tarakan masa bakti 2017-2022, selama berdirinya Hiswana Migas Tarakan yang membawahi wilayah Kaltara dan Berau Kaltim, selama ini sudah melaksanakan pencapaian program bersifat menyentuh masyarakat baik dalam hal pelayanan penyaluran BBM dan non BBM. Non BBM yang dimaksud salah satunya LPG subsidi.
Baca juga: Warga Dapat Jargas, Tak Boleh Pakai Tabung LPG 3 Kg, Kuota Dialihkan ke Daerah Pesisir
"Semua sudah kami maksimalkan sesuai dengan arahan Pertamina. Kemarin persoalan Covid-19 sehingga masa kepengurusan di 2019 dan 2022, belum maksimal apa yang jadi keinginan teman-teman," urainya.
Ia berharap siapapun pengurus terpilih sore nanti bisa bersinergi dalam hal menjalankan tugas kebutuhan pelayanan kepada masyarakat.
"Tugas pokok Hiswana Migas pada prinsipnya sebagai mitra dan wadah organisasi mereka yang nenjadi mitra Pertamina mulai dari tingkat DPP, DPC menjalankan menjadi tanggung jawab dan kewajiban menyalurkan BBM, LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkap H. Fitriansyah sekaligus pemilik SPBU Cahaya Nunukan.
Baca juga: Gas Nonsubsidi di Malinau Merangkak Naik, LPG 3 Kg Ramai Diburu, Agen Imbau Warga tak Lakukan ini
Ia melanjutkan selama ini kendala yang dihadapi ada beberapa faktor. Kondisi geografis di Kaltara sangatlah luas. Berbatasan dengan Malaysia juga kemudian faktor cuaca bisa berdampak pada pelayanan pendistribusian ke wilayah.
Kemudian lanjutnya menyoal kuota dan pendapatan migas lanjutnya, sudah ada regulasi ditentukan pusat. Pemerintah daerah meneruskan kebijakan dari pusat.
Berbicara evaluasi stok BBM subsidi dan LPG subsidi lanjutnya, berkaitan penyaluran ada program yang sudah dijalankan pemerintah pusat dalam hal ini sebagai regulator adalah Pertamina Patra Niaga.

"Salah satunya pendaftara. Subsidi tepat sasaran baik produk dibeli di SPBU, sudah mulai registrasi pelanggan pendaftarnya mudahan dalam waktu dekat sudah bisa berjalan," tukasnya.
Sementara itu, Jufri Budiman, Anggota Hiswana Migas DPC Tarakan turut menglambahkan, ini kegiatan per empat tahun sekali dilaksanakan.
Pria yang juga pernah menjabat sebagau Ketua Hiswana Migas sebelum masa kepemimpinan H.Fitriansyah mengatakan, Hiswana Migas adalah perpanjangan tangan dari pengusaha migas di Kaltara terkait urusannya dengan pemerintah dan Pertamina.
Baca juga: Kerap Terjadi Antrean Panjang Kendaraan, DPRD Kaltara Minta Tambahan Kuota BBM ke BPH Migas
"Jika ada masalah lembaga penyalur, transportir, SPBU, APMS dan gas dan non BBM, seperti LPG ada di Hiswana Migas. Wasahnya pengusaha migas," ujarnya.
Ia melanjutkan, biasanya evaluasi dilakukan di rakercab. Ketika terbentuk pengurus baru, akan melakukan rapat kerja. Termasuk penyampaian yang dihadapi dengan masyarakat dan pemerintah.
" Nanti DPD akan sampaikan ke BPP. Misalnya permasalahan perizinan. Kemudian kalau di Kaltara, laporan sering masuk terkait kelangkaan BBM, LPG, sulit dapat LPG," sebut pria yang juga sebagai pelaku transportir di Kaltara.
(*)
Penulis: Andi Pausiah