Opini
Agar Antrean Solar tak Lagi Mengular di Daerah Penghasil Minyak dan Gas
Ini bukan soal baper-baperan ala ABG galau, tapi soal antrean panjang solar di daerah penghasil migas di sisi timur Pulau Kalimantan.
Utamanya untuk dijual ke industri.
Selisih harga memang menggiurkan.
Harga solar subsidi di SPBU Kaltim (per 1 November 2022) Rp6.800.
Sedangkan harga Dexlite Rp 18.350 dan Pertamina Dex Rp 18.950.
Fakta tentang aksi penimbunan BBM di Kaltim tak bisa dikesampingkan; beberapa berhasil diungkap aparat.
Ada pula pelanggaran yang dilakukan pihak SPBU.
Per Agustus 2022, total 33 SPBU di seluruh wilayah Kalimantan terbukti melakukan pelanggaran dalam pelayanan BBM subsidi.
Kedua, bisa jadi ada pihak yang tidak berhak menggunakan solar subsidi ikut mengantre di SPBU. Masalah cara, tentu bisa disiasati.
Kendaraan bisa diganti atau dimodifikasi, fuel card atau brizzi pun bisa saja diakali.
Ketiga, bisa jadi kuota BBM tersalurkan penuh, namun lebih sedikit dibanding kebutuhan riil masyarakat Kaltim.
Baca juga: Mahasiswa Pertanyakan Ada SPBU di Tanjung Selor Tak Beroperasi, Marak Pengetap dan Truk Antre Solar
Pertumbuhan kendaraan yang pesat merupakan fakta yang tak dapat dipungkiri.
Data Polda Kaltim, total kendaraan bermotor di Kaltim sampai Mei 2022 mencapai 3,1 juta unit, meliputi sepeda motor, mobil penumpang, bus, mobil barang, dan kendaraan khusus.
Besar kemungkinan besaran kendaraan pengonsumsi solar juga meningkat pesat.
Setidaknya, ada beberapa upaya yang perlu dilakukan guna mengatasi persoalan klasik antrean solar ini.
Sebagian sudah dijalankan, namun perlu penguatan agar output dan outcome-nya lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Aji-Mirni3.jpg)