Berita Tarakan Terkini

Antisipasi Sejak Dini, Pemkot Tarakan Libatkan Semua Unsur Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana

Melibatkan masyarakat, pengusaha maupun media, antisipasi sejak dini, Pemkot Tarakan libatkan semua unsur bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Tarakan kembali dilaksanakan di ruang Imbaya Pemkot Tarakan, Selasa (22/11/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANForum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Kota Tarakan kembali dilaksanakan di ruang Imbaya Pemkot Tarakan, Selasa (22/11/2022).

Forum ini sebagai upaya pemerintah mengantisipasi bencana alam seperti gempa bumi yang terjadi di Cianjur kemarin.

Dikatakan Yonsep, Kepala BPBD Kota Tarakan, melihat secara aturan, bahwa harus adanya regulasi pemerintah dalam hal ini pertama yakni pembentukan forum.

Forum ini lanjutnya dalam waktu dekat akan kita bentuk dan di dalamnya ada lima pentaheliks yang harus terlibat baik masyarakat, pemerintah sampai pengusaha maupun media.

Baca juga: Bantu Permodalan Pelaku UMKM, KPwBI Kaltara Kerjasama Dengan Bea Cukai dan Balai POM Tarakan

“Itu terbentuk dengan SK wali kota. Kemudian yang kedua, untuk melihat jika dikatakan bagaiaman mengurangi risiko bencana, seperti di Cianjur, perbedaan di sana adalah konstruksi bangunannya. Kan kita lihat itu, kalau di Tarakan kan risikonya karena seluruh pesisir pantai, Tarakan ini didiami masyarakat,” beber Yonsep.

Hal inilah lanjutnya yang diantisipasi, karena ada potensi gempa, dimungkinkan juga tsunami. Kemudian ini juga harus di disampaikan kepada masyarakat melalui forum ini nanti yang dibentuk.

Berbagai langkah yang bisa dilakukan dalam upaya meminimalisir kerusakan, dari sisi pembangunan misalnya, Kota Tarakan harus melalui rekomendasi dari tim yang baik memberikan perizinan, baik secara tata ruang misalnya.

“Jadi untuk membangun dalam satu kawasan ada memiliki kajian. Boleh atau tidak. Termasuk dalam risiko kebencanaan ini masuk dalam kajian terhadap pemberian izin itu nanti,” jelasnya.

Lebih lanjut kata Yonsep, untuk minimalisir risiko meski bencana tidak bisa diprediksi dan dihindari, harus bisa dijadikan urusan bersama.

“Sehingga yang disebut pentaheliks muncul di tengah-tengah dalam k6ndisi ktia yang sekarang menghadapi bencana yang akan datang.

Baca juga: Bupati Ibrahim Ali Jenguk Warga Tana Tidung Korban Pengeroyokan di Tarakan, Minta Diusut Tuntas

Menyoal lebih jauh terkait perizinan lanjut Yonsep, semisal apakah perlu bangunan anti gempa, ini adalah analisis baru.

“Nah, selama ini saya yakni dalam pembangunan di Kota Tarakan sudah diantisipasi. Untuk teknisnya SKPD seperti ada di PU Perkim, yang memiliki hal itu. Saya berkeyakinan, pembangunan di Tarakan ada perencanaan yang disiapkan menghadapi hal itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved