Gerakan Menanam Sejuta Pohon untuk Hidup Berkelanjutan

Peringatan konservasi lingkungan hidup melalui Hari Sejuta Pohon Sedunia yang pertama kali digagas pada 1870-an, dengan istilah Hari Pohon.

Editor: Sumarsono
HO
Imam R. Arrobbi, SH, MH, Tenaga pengajar pada Universitas Mulia Balikpapan 

Oleh: Imam R. Arrobbi, SH, MH

Tenaga pengajar pada Universitas Mulia, Kota Balikpapan

TRIBUNKALTARA.COM - Pada 10 Januari 2023, terdapat beberapa momentum yang cukup menarik untuk dikenang dan diketahui oleh berbagai kalangan.

Diantaranya  peristiwa yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas demonstrasi tuntutan rakyat (Tritura) pada 10-13 Januari 1966.

Kemudian, peringatan konservasi lingkungan hidup melalui Hari Sejuta Pohon Sedunia yang pertama kali digagas pada 1870-an, dengan istilah Hari Pohon atau Hari Arbor (Arbor Day).

Setelah menimbang keterbatasan yang tidak dapat disampaikan secara eksplisit, penulis akan berkonsentrasi pada pembahasan secara pokok mengenai peringatan Hari Sejuta Pohon Sedunia.

Tulisan ini sekiranya mampu memberikan pandangan secara konstruktif kepada para pembaca, sehingga saya dan para pembaca bisa lebih bereaksi terhadap perwujudan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan demi menjaga kesehatan para penggerak bangsa secara jasmani dan rohani.

Sejarah Hari Gerakan Sejuta Pohon Internasional (10 Januari 2023)

Peringatan hari gerakan sejuta pohon sedunia memiliki nama lain, yaitu Hari Arbor (Arbor Day).

Secara harfiah makna Hari Arbor adalah Hari Pohon, diambil dari kata dalam bahasa latin yang berarti hari libur untuk merayakan penanaman, pemeliharaan, dan pelestraian pohon, dan pertama kali dilakukan pada tanggal 10 Januari 1872.

Baca juga: Buat Kaum Milenial, Pahami Pengertian dan Dampak Resesi Serta Tips Menghadapinya

Berawal dari perwujudan gerakan secara konkrit yang dilakukan oleh Julius Sterling Morton atau yang akrab dipanggil Morton, seorang editor surat kabar pertama bernama Nebraska City News, sekaligus bertindak sebagai bagian dari Dewan Pertanian Nebraska.

Morton mengusulkan penetapan sebuah hari yang dapat mendorong semua orang Nebraska menanam pohon di komunitas mereka, gagasan tersebut diajukannya dan mendapat persetujuan pada tanggal 7 Januari 1872, sehingga lahir penetapan Hari Sylvian yang mengacu pada pohon hutan, namun diganti menjadi Hari Arbor (Arbor Day) agar dapat mengapresiasi semua pohon.

Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia diperingati pertama kali di tanah air pada tanggal 10 Januari 1993, pada masa kepemimpinan the smilling general, Presiden Soeharto.

Presiden Soeharto berharap dengan peringatan tersebut akan ada lebih dari 1 juta pohon ditanam yang dilakukan secara merata pada setiap provinsi di seluruh Indonesia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved