Berita Daerah Terkini

Polres PPU Ungkap Ada Pencurian di IKN, Sebut Banyak Pintu Masuk dan Minta Pembatasan Pengunjung

Ada pencurian perangkat keras di IKN, Polres PPU sebut banyak pintu masuk dan minta pembatasan pengunjung, bahas pengamanan proyek pekerjaan di IKN.

HO
Ilustrasi - Proyek hunian pekerja konstruksi IKN yang sudah mulai terlihat bangunan fisik di di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP. Hunian bagi pekerja ditarget rampung akhir tahun 2022 ini. HO 

TRIBUNKALTARA.COM, PENAJAM - Polres Penajam Paser Utara (PPU) kembali menggelar Jumat curhat, untuk mengurai permasalahan-permasalahan yang sekiranya dialami oleh masyarakat.

Pada Jumat (20/1/2023) personil Polres PPU mengadakan Jumat curhat di daerah Kecamatan Sepaku, atau wilayah ibu kota negara (IKN) Nusantara.

Kapolres PPU AKBP Hendrik Eka Bahalwan mengungkapkan bahwa keamanan di IKN saat ini menyangkut para pekerja proyek, juga keamanan alat-alat yang digunakan dalam bekerja.

Beberapa waktu lalu, telah ada kasus kehilangan perangkat alat berat, milik pekerja di IKN.

Baca juga: Samboja Masuk IKN Nusantara, Wakil Bupati Kukar Khawatir: Pendapatan DBH Hilang, Siapa Mengurus?

Penyebab kejadian tersebut kata Kapolres, lantaran terlalu banyak akses masuk kedalam wilayah pekerjaan.

Sehingga, menyulitkan pihak keamanan untuk melakukan pembatasan.

Belum lagi, banyaknya karyawan yang tidak dilengkapi dengan id card atau tanda pengenal, yang juga menyulitkan identifikasi.

"Kita bisa melakukan penutupan namun kita ada keterbatasan jika ada beberapa yang mengaku sebagai pekerja. Paling tidak semua karyawan memiliki id card dengan barcode agar dapat diketahui," ungkapnya.

Persoalan ini juga akan segera di sampaikan kepada Kepala Otorita IKN, untuk mencari pola pengamanan yang tepat untuk diterapkan di IKN.

Sementara untuk pengunjung yang ke titik nol, juga akan dibatasi.

Hal itu sebab pekerjaan proyek sudah mulai masif.

Baca juga: Rapimnas PII Digelar di Balikpapan, Siap Berperan Aktif dalam Pembangunan IKN Nusantara

Sehingga dikhawatirkan menyulitkan akses lalu lintas kendaraan proyek, jika pengunjung terlalu ramai.

Berkenaan dengan hal ini kata Kapolres, Otorita IKN akan membuat sebuah aplikasi agar semua yang masuk bisa dibatasi dan bisa diidentifikasi.

"Jadi Otorita akan membuat aplikasi untuk membatasi jumlah pengunjung," pungkasnya.

Penulis : Nita Rahayu

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved