Berita Daerah Terkini

Uang Pembebasan Lahan Bandara tak Diserahkan, Eks Camat dan Lurah di Bontang Terseret Kasus Korupsi

Kasus korupsi lahan bandara turut menyeret dua nama pejabat Pemkot Bontang. diduga keduanya tak menyerahkan uang pembebasan lahan bandara.

TRIBUNKALTARA.COM / ISMAIL USMAN
Konferensi pers Kejari Bontang terkait kasus korupsi lahan bandara di kantor Kejari 

TRIBUNKALTARA.COM, BONTANG - Kasus korupsi lahan bandara turut menyeret dua nama pejabat Pemkot Bontang.

Kedua pejabat Pemkot itu yakni Mantan Camat Bontang Selatan dan Mantan Lurah Bontang Lestari.

Kasi Pidana Khusus Kejari Bontang Ferdinand Sibayang mengatakan, berkas kedua tersangka dikembalikan ke penyidik Polres Bontang

Dalam 14 hari ke depan, Ferdinand Sibayang menunggu revisi materi sebelum dilimpahkan ke persidangan.

Baca juga: Dalam Dua Pekan, Kejari Paser Bakal Ekspos Para Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Proyek SR-MBR

"Statusnya masih P-19. Kita tunggu perbaikan dulu," ungkap Ferdinand dalam konferensi persnya, Jumat (20/1/2023).

Sebelumnya, satu terpidana korupsi bernama Dimas Saputra telah ditahan dan akan dibawa ke Lapas Bontang.

Terpidana ini merupakan mantan Kepala sub bagian pertanahan Sekretariat Daerah Bontang.

Tahanan korupsi ini divonis hukuman 6 tahun penjara. 

Dimas diduga tidak menyerahkan uang hasil pembebasan lahan secara utuh kepada para pemilik lahan.

Dari informasi yang dihimpun, total luasan lahan yang direncanakan untuk keperluan bandara perintis mencapai 145.238 meter persegi.

Baca juga: Kepala Desa Long Lame di Malinau Korupsi Dana Desa, Diduga Manipulasi Pembangunan Rumah Warga Miskin

Barang bukti yang telah dikantongi terdapat 12 dokumen pembayaran pembebasan lahan. Besarannya mulai Rp 205.700.000 hingga paling tinggi Rp 1.841.270.000.

Penulis: Ismail Usman

Sumber: Tribun Kaltara
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved