Berita Kaltara Terkini
Disdikbud Kaltara Fokus Cari Guru Bahasa Mandarin, Jepang dan Inggris, Ditempatkan di SMK
Disdikbud Kaltara fokus mencari guru bahasa asing mulai dari mandarin, Jepang hingga Inggris untuk ditempatkan mengajar di SMK.
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Jumlah kebutuhan guru tingkat SMA dan SMK yang ada di Kalimantan Utara sebanyak 450 orang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Teguh Henri Susanto mengatakan, untuk saat ini jumlah guru tingkat SMA dan SMK ada 2.068 guru. Sehingga masih dibutuhkan 2.528 guru lagi.
"Saat ini, total guru SMA dan SMK di Kalimantan Utara ada 2.068 guru, sedangkan untuk total kebutuhan 2.528 guru," kata Teguh Henri Susanto kepada TribunKaltara.com, Senin (4/3/2024).
Dikatakan Teguh Henri Susanto, kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan guru tersebut diambil dari guru honorer yang diterima menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca juga: Masih Bergantung Guru Honorer, Bupati Bulungan Sebut Kurangnya Tenaga Pendidik Masih Menjadi PR
Bahkan berdasarkan data yang diperoleh, masih terdapat sekitar 151 guru honorer yang belum menjadi PPPK.
"Informasi yang kami dapat, masih ada 151 guru honorer. jadi kemungkinan pemenuhan tenaga pendidik tersebut akan diambil dari sana," ungkapTeguh Henri Susanto.
Lebih jauh, Teguh Henri Susanto menerangkan bahwa untuk guru honorer yang dapat diberikan kesempatan menjadi PPPK, merupakan guru honorer yang mulai bekerja terhitung sejak tahun 2022 oktober atau kurang lebih telah mengabdi selama dua tahun.
Ini merupakan harapan baru, bagi para guru honorer untuk diberikan kesempatan agar dapat menjadi guru tetap atas pengabdian yang selama ini telah dilakukan.

"Saat ini, kami juga fokus untuk mencari guru bahasa asing seperti Mandarin, bahasa Inggris dan Jepang," ucapnya.
Hal tersebut tentu mengingat, adanya perkembangan industri di Kalimantan Utara saat ini. seperti Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan perusahaan-perusahaan industri lainya di daerah Tanjung Palas Timur dan Peso.
"Tapi untuk penempatannya, lebih dulu akan kita tempatkan di SMK. Karena siswa lulusan SMK orientasinya adalah kerja, sehingga kemampuan literasi berbahasa asing harus lebih dikuasai," tegasnya.
Dengan demikian, Teguh Henri Susanto berharap agar investor yang datang ke Kalimantan Utara nanti tidak perlu lagi membawa tenaga kerja asing (TKA) untuk bekerja diperusahaan mereka. Karena putra-putri daerah telah memiliki kemampuan bekal yang cukup.
"Makanya, kita kuatkan dulu kompetensi para siswa agar dapat berdaya saing. yah salah satunya penguatan dalam bidang literasi. untuk saat ini bahasa inggris dan mandarin," pungkasnya.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu
Doakan Pengemudi Ojol Korban Terlindas Mobil Rantis Brimob, Polda Kaltara Gelar Sholat Ghoib |
![]() |
---|
Daerah Perbatasan RI-Malaysia Masih Terisolir, Pemprov Kaltara Dorong Penerapan Affirmative Policy |
![]() |
---|
Sekolah Unggulan Garuda Khusus Anak Berprestasi, Ditargetkan Tahun Depan Mulai Proses Pembangunan |
![]() |
---|
Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda Nyaris Batal, Kini Kaltara jadi yang Pertama di Kalimantan |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kaltara Setuju Ormas Dapat Dana Operasional, Achmad Djufrie: Asal Pengawasan Ketat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.