Berita Kaltara Terkini

Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Tanjung Selor Naik Jadi Rp 91.000 Perkg, Pedagang: Masih Aman 

Beberapa jenis harga cabai di Pasari Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara mengalami kenaikan. Diantaranya cabai rawit dan cabai keriting.

Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ DESI KARTIKA AYU
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang, saat melakukan tinjauan ke Pasar Induk, Tanjung Selor, Kalimantan Utara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR- Beberapa komoditi pangan di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara mengalami kenaikan harga. Mulai dari cabai rawit, cabai keriting hingga cabai besar.

Untuk cabai rawit sebelumnya dibandrol Rp 85.000 Perkg kini menjadi Rp 91.000 Perkg  jadi kenaikan sekitar Rp 6.000 Perkg . Sedangkan cabai keriting dari Rp 62.000 Perkg menjadi Rp 75.000 Perkh atau naik sebesar Rp 13.000 dan cabai besar dari Rp 57.000 Perkg menjadi Rp 62.000 Perkg.

Ana, salah satu pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor mengatakan, kenaikan harga cabai rawit, cabar keriting hingga cabai bersar sudah sekitar seminggu. Meskipun ada kenaikan, namun dianggap masih aman. 

“Naik sudah sekitar seminggu, tapi masih aman, karena tidak sampai Rp 100.000,” ujarnya.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Tanjung Selor Turun, Bupati Syarwani Sebut Ada Pengaruh Stok Lokal

Menurut Ana, penyebab tejradi kenaikan  harga cabai rawait, cabai keriting dan cabai besar, dirinya menduga kemungkinan stok dari petani sangat terbatas.

“Mungkin panenya terbatas, kan hujan terus ini,” lanjutnya.

Sementara itu,  Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang sidak ke Pasar Induk Tanjung Selor .sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan, Kamis (9/5/2024). 

Setibanya di lokasi, orang nomor satu di bumi benuanta ini lansung menuju pasar ikan dan sayur yang terletak dibelakang pasar. Tanpa fikir panjang, ia langsung mendatangi beberapa penjual sayuran, ikan dan daging terlebih dahulu. Momentum seperti ini, ia manfaatkan untuk dapat berbincang secara langsung dengan beberapa penjual sayuran dan ikan disana.

Setelah dari pasar Ikan dan Sayuran, mantan purnawirawan berpangkat jendral ini segera melipir menuju kumpulan lapak pedagang buah, kemudian dilanjutkan menuju penjual makanan atau kue dan penjual kerajinan khas suku Dayak. Dalam kesempatan tersebut ia juga membeli beberapa aneka kue serta kalung hasil kerajinan khas suku Dayak

Baca juga: Sidak Pasar Gusher, Harga Ayam dan Cabai Stabil, Pj Wali Kota Tarakan Temukan Timbangan Tak Sesuai

Kepada awak media ia menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang. Menurutnya kedua hal tersebut adalah nadi bagi masyarakat serta dapat menekan laju inflasi di daerah.

“Saya bersyukur, Kaltara menjadi salah satu dari 10 Provinsi dengan tingkat inflasi yang rendah. Bahkan Kaltara menjadi provinsi inflasi terendah di regional Kalimantan,” ujarnya.

Seperti yang kita ketahui, untuk laju inflasi di Kaltara saat ini berada diangka 2,7 persen. Angka tersebut masih dibawah angka nasional yakni 3,0 persen.

“Memang ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan sedikit harganya, ada juga yang stabil. Namun kita akan terus berusaha agar semuanya tetap normal,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, selain Gerakan Pasar Murah yang sering dilakukan oleh beberapa OPD seperti DPPK-UKM dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) juga terbutik efesien selama ini.

“Hadirnya toko tim TPID ini sebuah inovasi dalam menekan laju inflasi terutama untuk barang-barang yang sering mengalami fluktuatif harga,” ujarnya.

“Dengan terus menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga. Alhamdulillah, Kaltara sudah menjadi daerah dengan inflasi yang terkendali,” pungkasnya.

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang melakukan pantauan langsung di Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (09/05/2024).
Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang melakukan pantauan langsung di Pasar Induk Tanjung Selor, Kamis (09/05/2024). (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-DKISP_KALTARA)

Berikut Harga Komoditi  di Pasar Induk,Tanjung Selor Melalui Tim engawasan DPPK-UKM Kaltara. Mulai 1 Mei hingg 8 Mei 2024:

• Daging sapi
Rp 150.000 / Kg

• Daging Ayam Rp 50.000 / Kg

• Telur Ayam RP 58.000 / piring

• Tepung Terigu Rp 14.000 / kg

• Kedelai Impor Rp 12.800 / Kg

• Bawang Merah Rp 59.300 / Kg

• Bawang Putih Rp 46.000 / Kg

• Cabai Rawit  Rp 91.000 /Kg

• Cabai  Keriting  Rp 75.000/ Kg

• Cabai Besar 62.000/ Kg

(*)

Penulis Desi Kartika Ayu

 

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved