HUT ke 4 Tribun Kaltara

Momentum Sunatan Massal HUT TribunKaltara.com, Pria ini Baru Khitan Diusia 57 Tahun, Begini Alasanya

ST pria berusia 57 tahun asal Jalan Tanjung Selor mejadi salah satu peserta di kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan oleh TribunKaltara.com.

|
Penulis: Desi Kartika Ayu | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com/Desi Kartika
Kegiatan Sunatan Massal oleh TribunKaltara.com yang berkolaborasi dengan PPNI Kabupaten Bulungan (TribunKaltara.com/Desi Kartika) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - ST pria berusia 57 Tahun (th) asal Jalan Tanjung Selor mejadi salah satu peserta pada kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan oleh TribunKaltara.com.

Meskipun usianya tidak lagi muda, namun ST telah bertekad menuntaskan salah satu kewajibannya sebagai seorang laki-laki muslim.

Dengan penuh semangat, ST tampak mengisi form pendaftaran sunatan massal yang yang diinisiasi oleh TribunKaltara.com dan berkolaborasi dengan DPD PPNI Bulungan dalam rangka HUT ke-4 telah berjalan lancar dan sukses.

Ia mengaku mendapatkan informasi berkenaan dengan sunatan massal tersebut dari grup keluarga.

Lalu berdasarkan dorongan dan semangat dari para sanak famili utamanya sang istri, ST kemudian membulatkan tekad menghubungi nomor yang tertera dalam poster sunatan massal untuk mendaftarkan diri.

Baca juga: HUT ke-4 Tribun Kaltara, Kolaborasi DPD PPNI Bulungan dan Kawan Sehat Ramli Gelar Sunatan Massal

Kepada awak Tribun Kaltara ia menjelaskan, sebab dirinya belum di khitan hingga menjelang usia lansia yakni karena ST merupakan seorang mualaf.

Ia mengatakan, alasan utamanya bukan karena persoalan ekonomi, tetapi lebih kepada kesempatan dan waktu.

"Kebetulan sama Mualaf dari tahun 2010. Awalnya saya mendapatkan informasi sunatan massal ini dari grup keluarga. Kebetulan anak tiri saya yang share," ceritanya awal, Senin (30/9/2024).

Meskipun sebagai seorang mualaf, ia cukup memahami bahwa khitan menjadi bagian penting dari seorang lelaki muslim.

"Iya, selain untuk kesehatan, khitan ini juga menjaga kita dari najis. Karena susah juga setiap akan sholat harus disucikan dulu," terangnya

Bahkan ia mengaku telah mempersiapkan segalanya, utamanya dengan mentalnya. Lelaki yang bekerja serabutan ini bahkan dengan lugas menyampaikan bahwa meskipun kabar yang beredar khitan sangat menyakitkan, namun kemauannya jauh lebih besar.

Dulu ST sempat berfikir, ketika dirinya dikhitan akan mengganggu aktivitasnya dalam bekerja. Pasalnya waktu pemulihan membutuhkan waktu berhari-hari.

Namun berkat dukungan keluarga dan teman-teman kajiannya, ST bersedia dikhitan dalam kegiatan sunatan massal ini.

"Sebenarnya saya bukan karena tidak bisa membayar biaya khitan, tetapi memang belum ada kesempatan dan waktu. Alhamdulillahnya TribunKaltara.com mengadakan diwaktu saya senggang," terangnya.

"Terkait rasa sakit, saya bisa tahan. Karena sebelumnya saya sudah pernah merasakan sakit dari 'pembedahan' jadi aman saja," imbuhnya.

Baca juga: Mantan Wartawan Tribun Kaltara Sedih HUT RI Ke-79 di Brisbane Australia, Hanya Lihat dari Youtube

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved