Opini
Masa Depan Ketersediaan Pangan di Kaltara
Hidup memang bukan untuk makan, namun tanpa makan dijamin tidak hidup. Untuk tetap hidup, setiap orang harus makan, dan syaratnya harus ada pangan.
Oleh: Dr Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan / Penulis Kebijakan Bank Indonesia
TRIBUNKALTARA.COM - Hidup memang bukan untuk makan, namun tanpa makan dijamin tidak hidup. Untuk tetap hidup, setiap orang harus makan. Syaratnya untuk bisa makan harus ada pangan.
Artinya kelimpahan dan keberadaan pangan adalah kuncinya. Ketersediaan pangan sangat tergantung dua faktor yaitu, sumberdaya yang dialokasikan dan kebijakan yang diterapkan.
Untuk membangun pertanian yang tangguh butuh alokasi sumberdaya dan dukungan kebijakan. Pembangunan pertanian di Kaltara adalah prioritas.
Hal itu tertuang pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD ) Kalimantan Utara.
Hal itu sangat beralasan. Karena, posisi sektor pertanian pada Pendapatan Domestik Regional Bruto ( PDRB ) Kaltara termasuk dominan. Kontribusinya mencapai 14 persen terhadap PDRB.
Ditengah ancaman kelangkaan pangan global baik oleh katrena perang dan pemanasan global, ketersediaan dan kecukupan pangan membutuhkan perhatian lebih.
Karena, pertanian menentukan stabilitas: harga, ekonomi, sosial, bahkan politik.
Baca juga: Bank Indonesia Perkuat Jejaring UMKM Lokal di Kaltara
Pembiayaan Pertanian oleh Perbankan
Pertumbuhan dana perbankan 9 tahun terakhir (2016-2024) di Kaltara terus meningkat.
Tahun 2016 total serapnya hanya Rp 7,3 triliun. Kemudian 2023 naik menjadi Rp 18,18 triliun. Tumbuh hingga 250 persen atau lebih atau 31 persen/tahun.
Bahkan untuk tahun 2024 hingga bulan Agustus jumlah dana yang diserap naik menjadi Rp 19,21 triliun.
Porsi penyerapan dana perbankan oleh lapangan usaha di tahun 2023 sebesar Rp 12,3 triliun. Itu sebagai penyerapan yang tertinggi. Porsinya mencapai 67,65 persen.
Sementara tahun 2024 hingga Agustus lapangan usaha menyerap hingga Rp 12,83 triliun.
Namun porsinya turun hanya 66,79 persen, sehingga non lapangan usaha porsinya 33,21 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Margiyono-baru.jpg)