Sabtu, 2 Mei 2026

Opini

Masa Depan Ketersediaan Pangan di Kaltara

Hidup memang bukan untuk makan, namun tanpa makan dijamin tidak hidup. Untuk tetap  hidup, setiap orang harus makan, dan syaratnya harus ada pangan.

Tayang:
Editor: Sumarsono
IST
Dr. Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan 

Mungkin ada argumentasi bahwa, hal itu dipengaruhi oleh pola produksi sektor pertanian di Kaltara yang masih padat karya (labor oriented).

Sehingga keperluan peendanaannya tidak terlalu besar. Meski begitu fakta, pertanian berkontribusi besar pada penciptaan kesejahteraan.

Pertanian efektif menyerap pengangguran dan mengurangi kemiskinan.  Jika pembiayaan sektor pertanian bisa dinaikan lagi  tentu penyerapan tenaga kerjannya akan lebih tinggi lagi.

  Beda dengan sektor jasa lainnya.  Untuk tahun 2022  sektor jasa lainnya menyerap  Rp 3,98 triliun  atau sebanyak 21,86 persen .

Sungguh ironis, sektor jasa lainnya hanya mampu mampu pekerja sebanyak 8.103 orang atau hanya  2,29 persen  tenaga kerja.

Fenomena ini hendaknya  menjadi perhatian Pemerintah dan Bank Indonesia.

Jangan sampai ada anggapan bahwa, perbankan hanya sibuk dengan pertimbangan bisnisnya sendiri.  Tetapi tidak terlibat pada pembiayaan sektor setrategis   yang pro kesejahteraan.

Untuk itu Pemerintah Pusat dan daerah serta Bank Indonesia harus mendorong polarisasi investasi ke semua sektor ekonomi, terutama sektor fondamental seperti pertanian.

Terlebih lagi jika dukaitkan dengan kondisi keterbatasan anggaran yang dimilki oleh pemerintah.  Maka, mendorong pembiayaan oleh  perbankan adalah solusi yang paling feasible, rasional dan operasional.

Karena pertanian yang maju bukan hanya menyediakan pangan tetapi juga mewujudkan kecukupan dan ketahanan pangan. Meski hidup bukan hanya untuk makan.  (*)

Baca berita Tribun Kaltara terkini di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved