Berita Kaltara Terkini

Program Makan Bergizi Gratis, Disdikbud Kaltara Minta Pelaksanaan Tidak Ganggu Waktu Belajar Siswa

Program Makan Bergizi Gratis di sejumlah sekolah di Provinsi Kaltara sudah mulai terlaksana. Termasuk di Sekolah Menengah Atas dan sederajat. 

Penulis: Edy Nugroho | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara, Teguh Henri Sutanto. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sudah mulai terlaksana.

Termasuk di sekolah menengah Atas dan sederajat. 

Berkaitan dengan implementasi program ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Disdikbud ) Provinsi Kaltara minta kepada pihak yang menjalankan untuk mengatur sistem distribusinya dengan seksama. 

Salah satu yang ditekankan, agar tidak mengganggu jam Pembelajaran siswa.

Baca juga: DPRD Bulungan Beri Perhatian Khusus ke Program MBG, Dwi Sugiarto: Implementasi Harus Tepat Sasaran

Kepala Dinas Dikbud Kaltara Teguh Henri Sutanto mengatakan, program MBG di Kaltara memang belum secara menyeluruh berjalan di semua sekolah.

Pogram ini, kata dia, sepenuhnya masih dalam kendali Badan Gizi Nasional (BGN).

Pihak Dinas Pendidikan dan institusi pendidikan lainnya, hanya penerima manfaat dari program tersebut.

"Program makan bergizi gratis ini, sebenarnya masih gaweannya pusat lewat Badan Gizi Nasional. Kami (Disdikbud) selaku penanggung jawab satuan pendidikan, sebagai penerima manfaat dari program itu," ujar Teguh, Jumat (31/01/2025).

Dikatakan, program makan bergizi gratis di Kaltara, saat ini baru berjalan di Nunukan.

"Sesuai konfirmasi dan informasi dari teman-teman di satuan pendidikan, program makan bergizi gratis baru di Kabupaten Nunukan. Dengan dua dapur yang dikelola masyarakat," katanya.

Sejauh ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan penanggung jawab dapur.

Satu dapur mencakup satuan pendidikan dalam radius 6 kilometer, dengan target sekitar 3000 siswa.

"Satu dapur itu menjangkau 6 kilometer, di mana 6 kilometer itu meliputi siswa jenjang SD,  SMP, dan SMA (sederajat) yang  jumlah kurang lebih 3000 siswa. Untuk SMA, baru ada dua yang menerima manfaat ini, yaitu SMAN 2 Nunukan Selatan dan SMAN 3 Nunukan," ungkapnya.

Dalam implementasinya, kata dia, pengaturan pelaksanaan makan gizi gratis ini sepenuhnya dari BGN. Bukan dari Dinas Pendidikan.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, baik di kabupaten maupun provinsi, sebatas memberikan edukasi tentang pentingnya makan bergizi kepada siswa.

"Banyak yang berpikir kami (Disdikbud) yang mengelola dan mengatur semua itu. Padahal tidak, untuk saat ini yang mengatur, dari dapur. Tempat dan target sekolahnya itu dari BGN," tegasnya.

Dari pihak Dinas Pendidikan, kata dia, berharap pihak pengelola memperhatikan waktu distribusi makan gizi gratis ini. Jangan sampai mengganggu jam belajar siswa. 

Baca juga: Dukung MBG, Poktan Mandiri Mamburungan Tarakan Siap Pasok Komoditas Pangan Beras, Cabai dan Sayuran 

"Saya minta jangan sampai mengganggu jam belajar siswa. Seperti yang kami lihat, menu diantar pukul 10.30 Wita. Padahal waktu itu, siswa masih belajar. Dengan adanya pembagian di jam segitu, siswa tidak jadi konsen belajar karena melihat aktivitas di luar," harapnya.

"Semestinya di atas jam itu. Atau diatur jangan sampai mengganggu proses belajar mengajar. Jangan pula memotong kegiatan belajar mengajar. Karena kami juga ada target penyelesaian pembelajaran kurikulum," imbuhnya.

(*)

Penulis: Edy Nugroho 

Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved