Berita Tarakan Terkini

Wali Kota Tarakan dr Khairul Sebut PSBB Tidak Cukup Efektif Jika Dilakukan Parsial, Ada Apa?

Wali Kota Tarakan, dr Khairul saat ditemui di Kantor Wali Kota Tarakan. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI )

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Wali Kota Tarakan, dr Khairul beranggapan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) tidak cukup efektif jika dilaksanakan secara parsial .

Menurutnya, untuk menekan penyebaran Covid-19, harus dilakukan PSBB serempak secara nasional.

"Kita (Tarakan) dulu sempat terkendali bagus, tapi begitu kita buka PSBB , yang lain masuk ya balik lagi. Akhirnya kita seperti panas setahun dihapuskan oleh hujan sehari," ujarnya, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Pastikan Aman dan Tepat Sasaran, TNI Anak Buah Hadi Tjahjanto di Tarakan Kawal Dsitribusi Bansos

Baca juga: Tetap Eksis di Awal Tahun, Karantina Pertanian Tarakan Sertifikasi 20 Tanaman Kaktus Asal Sebatik

Baca juga: UPDATE Tambah 67, Kasus Positif Covid-19 Kaltara Capai 4.843, 57 di Tarakan Mayoritas Kluster RSUD

Dia menambahkan, kasus Covid-19 selama 5 bulan di Tarakan, kasus konfirmasi positif Covid-19 dapat ditahan diangka 87 kasus.

Namun, setelah PSBB ditiadakan, kasus positif Covid-19 telah mencapai angka di atas 2000 kasus.

Bahkan angka kematian yang disebabkan Covid-19 pun cukup tinggi. Diketahui hari ini capai 41 kasus kematian.

"Sehingga apa yang dilakukan selama 5 bulan dulu, kata dia, akhirnya sia-sia. Oleh karena itu, saya kira harus serempak secara nasional PSBB dilakukan kalau mau," katanya.

Terkait kembali dilaksanakan PSBB di Tarakan, jebolan Universitas Hasanuddin ini menuturkan tinggal menunggu instruksi dari presiden.

Baca juga: Mobil Terbalik di Jl Kusuma Bangsa, Kanit Laka Lantas Polres Tarakan Sebut Tidak Ada Korban Jiwa

Baca juga: Terapi Plasma Konvalesen, Kanit Donor Darah PMI Tarakan dr Edy Samudro: Kita Belum Punya Alatnya

Baca juga: Terkait Wacana Kadernya Maju di Pilwali Tarakan, Ketua PKB Kaltara Herman Buka Suara

"Jadi nanti kita tunggu saja lah keputusan presiden, Mendagri, Menkes, termasuk juga keputusan Gubernur, apakah nanti wilayah Kaltara ini nanti melakukan PSBB atau tidak," tuturnya

"Kalau kita kan sudah pernah melakukan PSBB, jadi kalau kita mau PSBB, instrumen itu tinggal kita gerakkan lagi. Cuma pertimbangannya, harus benar-benar matang lah kalau kita mau mulai lagi," lanjutnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Berita Populer