Kamis, 23 April 2026

Berita Malinau Terkini

Kubur Batu Purba, Bukti Jejak Peradaban Lampau di Perbatasan Kaltara

Ditemukan kubur batu purba tersebar di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, diyakini sebagai bukti peradaban Neolitik akhir di Kalimantan Utara.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
ISTIMEWA
JEJAK PERADABAN - Benda dan kubur batu ini dipercayai peninggalan peradaban pada akhir masa Neolitik di SPTN 2 Long Alango, Taman Nasional Kayan Mentarang, Kabupaten Malinau dan Nunukan, Kalimantan Utara. (HO-BALAI TNKM) 

Ringkasan Berita:

 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Sebaran situs sejarah berupa kubur batu purba di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), jejaknya ditemukan tersebar di wilayah pengelolaan balai.

Peninggalan yang disebut menjadi bukti kuat peradaban Neolitik akhir di Kalimantan Utara(Kaltara) ini ditemukan tersebar di dua wilayah besar, yakni Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

Mengingat posisi geografis TNKM yang membentang luas di dua kabupaten tersebut, jejak pemukiman masyarakat lampau ditemukan di beberapa Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN).

Adapun kubur batu tersebut memiliki struktur yang kokoh dengan bongkahan batu besar, disusun menyerupai struktur bangunan pelindung.

Pada bagian kiri dan kanan struktur, berdiri sebuah batu penyangga. Bentuknya pipih dan menancap dengan posisi vertikal serupa pilar.

05012026 kubu batu di TNKM 01
JEJAK PERADABAN - Benda dan kubur batu ini dipercayai peninggalan peradaban pada akhir masa Neolitik di SPTN 2 Long Alango, Taman Nasional Kayan Mentarang, Kabupaten Malinau dan Nunukan, Kalimantan Utara. (HO-BALAI TNKM)

Baca juga: Bukti Peradaban Neolitik di TNKM Malinau: Misteri Artefak dan Makam Purba

Pada bagian atas struktur, batu pipih berdiamater 1-2 meter diletakkan di atas pilar penyangga, tampak seperti meja batu besar .

Pada bagian tengah umumnya terdapat batu besar, berfungsi sebagai dinding pelindung yang dipercaya merupakan makam dari jenazah.

Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, menyampaikan keberadaan situs-situs ini memberikan gambaran luas mengenai sebaran demografi masyarakat masa lampau.

Struktur kubur batu tersebut tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Malinau, tetapi juga teridentifikasi di titik-titik hutan yang masuk wilayah Kabupaten Nunukan.

Saat disurvei Tim Balai TNKM, Struktur makam kuno tersebut kini diselimuti lumut hijau dan tumbuhan merambat, menyatu dengan ekosistem hutan sekitarnya. 

Menandakan usia situs yang diyakini telah ada ratusan tahun lamanya.

05012026 Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito 01
PERBARUI PENDATAAN - Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito saat menjelaskan keberadaan artefak kuno kubur batu di Kawasan TNKM, Senin (5/1/2026). Selain di Malinau, jejak serupa juga ditemukan di Kawasan TNKM wilayah Nunukan. (BALAI TNKM)

Baca juga: Burung Kuau Raja Miliki Ratusan Mata dan Panjang Bulu hingga Dua Meter, Terekam di TNKM Malinau

"Ini juga membuktikan wilayah Kalimantan Utara adalah daerah yang kaya sumber daya alam, selain flora dan fauna juga kebudayaannya," kata Seno Pramudito, Senin (5/1/2026).

Temuan di dua kabupaten di Kaltara ini memiliki kemiripan struktur, yang mengindikasikan kelompok masyarakat pendukung kebudayaan tersebut pernah mendiami area luas di pedalaman Kalimantan.

Upaya Balai TNKM 

Balai TNKM saat ini terus melakukan pendataan untuk memeriksa keberadaan situs purba tersebut di wilayah Malinau maupun Nunukan.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved