Berita Malinau Terkini
Kubur Batu Purba, Bukti Jejak Peradaban Lampau di Perbatasan Kaltara
Ditemukan kubur batu purba tersebar di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, diyakini sebagai bukti peradaban Neolitik akhir di Kalimantan Utara.
Penulis: Mohamad Supri | Editor: Cornel Dimas Satrio
Ringkasan Berita:
- Ditemukan kubur batu purba yang tersebar di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), meliputi Kabupaten Malinau dan Nunukan, Kalimantan Utara.
- Struktur makam kuno ini diyakini sebagai bukti peradaban Neolitik akhir di Kaltara.
- Balai TNKM melakukan inventarisasi untuk melindungi artefak kuno ini agar tidak rusak atau hilang.
TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Sebaran situs sejarah berupa kubur batu purba di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), jejaknya ditemukan tersebar di wilayah pengelolaan balai.
Peninggalan yang disebut menjadi bukti kuat peradaban Neolitik akhir di Kalimantan Utara(Kaltara) ini ditemukan tersebar di dua wilayah besar, yakni Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.
Mengingat posisi geografis TNKM yang membentang luas di dua kabupaten tersebut, jejak pemukiman masyarakat lampau ditemukan di beberapa Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN).
Adapun kubur batu tersebut memiliki struktur yang kokoh dengan bongkahan batu besar, disusun menyerupai struktur bangunan pelindung.
Pada bagian kiri dan kanan struktur, berdiri sebuah batu penyangga. Bentuknya pipih dan menancap dengan posisi vertikal serupa pilar.
Baca juga: Bukti Peradaban Neolitik di TNKM Malinau: Misteri Artefak dan Makam Purba
Pada bagian atas struktur, batu pipih berdiamater 1-2 meter diletakkan di atas pilar penyangga, tampak seperti meja batu besar .
Pada bagian tengah umumnya terdapat batu besar, berfungsi sebagai dinding pelindung yang dipercaya merupakan makam dari jenazah.
Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Seno Pramudito, menyampaikan keberadaan situs-situs ini memberikan gambaran luas mengenai sebaran demografi masyarakat masa lampau.
Struktur kubur batu tersebut tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Malinau, tetapi juga teridentifikasi di titik-titik hutan yang masuk wilayah Kabupaten Nunukan.
Saat disurvei Tim Balai TNKM, Struktur makam kuno tersebut kini diselimuti lumut hijau dan tumbuhan merambat, menyatu dengan ekosistem hutan sekitarnya.
Menandakan usia situs yang diyakini telah ada ratusan tahun lamanya.
Baca juga: Burung Kuau Raja Miliki Ratusan Mata dan Panjang Bulu hingga Dua Meter, Terekam di TNKM Malinau
"Ini juga membuktikan wilayah Kalimantan Utara adalah daerah yang kaya sumber daya alam, selain flora dan fauna juga kebudayaannya," kata Seno Pramudito, Senin (5/1/2026).
Temuan di dua kabupaten di Kaltara ini memiliki kemiripan struktur, yang mengindikasikan kelompok masyarakat pendukung kebudayaan tersebut pernah mendiami area luas di pedalaman Kalimantan.
Upaya Balai TNKM
Balai TNKM saat ini terus melakukan pendataan untuk memeriksa keberadaan situs purba tersebut di wilayah Malinau maupun Nunukan.
kubur batu
TNKM
Taman Nasional Kayan Mentarang
Kalimantan Utara
Malinau
Nunukan
Kaltara
artefak kuno
Neolitik
Seno Pramudito
| Tim Gabungan Lintas Instansi Mulai Verifikasi Venue Porprov II Kaltara di Malinau |
|
|---|
| Pasca Dexlite Naik, Bright Gas di Malinau Ikut Naik, Warga Akui Pengeluaran Rumah Tangga Makin Berat |
|
|---|
| 45 Cabor Prestasi dan 1 Eksibisi Resmi Dipertandingkan di Porprov II Kaltara, Begini Penjelasannya |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi 5 Kg di Malinau Naik Jadi Rp 145 Ribu, Pengecer Sebut Untung Sedikit |
|
|---|
| Kenaikan Harga LPG Non Subsidi hingga Rp 20 Ribu di Kabupaten Malinau, Agen Sebut Stok Masih Ada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/05012026-kubu-batu-di-TNKM-02.jpg)