Sidak Hewan Kurban
BKHIT Kaltara Ikut Sidak Pemeriksaan Sapi, Hewan yang Sudah Diperiksa Ditandai Anting di Telinga
Saat sidak bersama Pemkot Tarakan dan apararat hukum, BKHTI Kaltara ikut dampingi. Jadi hewan kurban yang selesai diperiksa ditandai anting.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
Dokumen baru nantinya dimasukkan di karantina kemudian karantina melakukan pindah karantina. Dan kali ini pengamatannya setelah dianggap secara pengamatan itu bebas, baru nanti diberikan dokumen kesehatan karantina berupa KH1. Ketika mereka memasukkan di Kalimantan Utara ini atau khususnya di Tarapan, maka mereka wajib lapor kepada BKHIT untuk dilakukan pemeriksaan administratifnya.
Lalu dilakukan lagi pemeriksaan klinisnya apakah ada tanda-tanda klinis hubungannya dengan penyakit hewan karantina. "Nanti kami pun melakukan monitoring juga diamambilah sampel. Setelah itu sudah dipastikan, baru kami terbitkan K97," ujarnya.
Ia menambahkan, pelaku usaha sampai hari ini sudah semua melapor karena sudah tersosialisasi. Oleh karena itu, pihaknya telah memanggil pelaku usaha sapi dan kambing. Kemudian di aana disampaikan aturan-aturannya dan harapannya tidak ada lagi yang ilegal masuk.
Sedangkan transportasi, secara resmi pemerintah ada tol laut dan ada sebagian juga yang menggunakan kapal kayu yang tentunya nanti mereka akan sandar di tempat-tempat pelabuhan yang legal juga.
"Memang yang sebelumnya informasi yang kita dapat mereka akan bisa jadi sandar di TPP atau pelabuhan yang belum ditetapkan oleh Karantina ataupun oleh dari kementerian teknis hubungan perhubungan," jelasnya.
Bisa disebut istilaunya pelabuhan tikus. Ditanya apakah di Tarakan ada pelabuhan tikus yang ditarget diperiksa, pihaknya tak menampik ada.
"Kita coba deteksi dari histori sebelumnya. Tapi untuk sampai hari ini hubungan dengan hewan kurban ini memang alhamdulillah sesuai saja lalu dari kita lihat di lapangan. Jumlah di lapangan sama dokumen yang kita rilis," terangnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/BKHIT-Kaltara-ikut-sidak-periksa-sapi-01-22052026.jpg)