Peringati Hari Ibu, Psikolog Tarakan Fanny Sumajouw: Perempuan Pencipta Tiang & Ketahanan Keluarga

Peringati Hari Ibu, Psikolog Tarakan Fanny Sumajouw: Perempuan pencipta tiang & ketahanan keluarga.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com
ILUSTRASI - Hari Ibu (TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Psikolog asal Kota Tarakan Fanny Sumajouw mengatakan perempuan adalah pencipta tiang keluarga dan pencipta ketahanan keluarga.

Dia menyampaikan adanya hari Ibu itu karena perempuan selalu memberi warna dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.

"Nah sekarang dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak malah lebih banyak berbicara tentang ketahanan keluarga di masa pamdemik ini," ujarnya, Rabu (23/12/20).

Baca juga: SOSOK Letjen TNI Muhammad Herindra, Wamenhan Pendamping Prabowo, Berpengalaman di Kopassus

Baca juga: Sabu Milik Oknum Polisi di Bulungan Kaltara Dimusnahkan, Barang Buktinya Sebanyak Ini

Baca juga: Psikolog Tarakan Fanny Sumajouw : Perempuan Pencipta Tiang Keluarga dan Ketahanan Keluarga

Selain itu, dia katakan, jika tidak bisa menjadi perempuan yang tidak bisa menghilangkan pikiran-pikiran negatif tentang kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan, maka paling tidak bisa meminimalisir tingkat kecemasan pada keluarga maupun masyarakat sekitar.

"Ketika kita menjadi orang yang tenang, ibu yang tenang, jadilah ibu yang benar-benar kuat dan pantas menyandang predikat sebagai ibu yang memberikan kesejukan dan kenyamanan," jelasnya.

Ketua Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kaltara ini juga mengatakan menjadi perempuan berkarir cemerlang, tidak menjamin mereka gagal dalam menjaga rumah tangga.

Baca juga: Dinkes Kaltara Inisiasi Pembentukan TP-KJM di Malinau, Fokus Tangani Orang Gangguan Kejiwaan

Baca juga: Natal dan Tahun Baru, Begini Perbandingan Harga Minyak Goreng Indonesia dan Malaysia di Nunukan

Baca juga: Natal dan Tahun Baru di Tarakan, Satuan Brimob Polda Kaltara Siapkan Unit KBR, Ini Tujuannya

Meskipun beberapa kasus, kata dia, ada. Namun kembali lagi kepada kodratnya sebagai wanita.

Jika seorang perempua menyadari bahwa dia tetap menjadi orang yang menciptakan ketahanan keluarga, setinggi apapun karirnya, Fanny mengatakan, seorang perempuan bisa kembali dan jadi yang terbaik.

"Wanita berkarir mungkin bukan harus, tapi diperbolehkan," sebutnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved