Berita Nunukan Terkini

Paspor Simpatik Sepi Peminat, Imigrasi Kelas II TPI Nunukan Buka Layanan Program Eazy Passport

Layanan paspor simpatik sepi peminat, Imigrasi Kelas II TPI Nunukan buka layanan program Eazy Passport.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Imigrasi Nunukan
Petugas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan sedang melakukan pengambilan foto pemohon paspor. (HO/ Imigrasi Nunukan) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Layanan paspor simpatik sepi peminat, Imigrasi Kelas II TPI Nunukan buka layanan program Eazy Passport.

Sejak pandemi Covid-19, layanan paspor simpatik di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan menurun drastis.

Sebelumnya permohonan paspor bisa mencapai 40 permohonan setiap harinya, kini pada Januari 2021 lalu hanya 30 permohonan dalam sebulan.

Baca juga: Geliat Ekspor Buah dari Nunukan Berkelanjutan, BKP Tarakan Fasilitasi Ekspor Buah 16,5 Ton

Baca juga: Dinas Perikanan Nunukan Ungkap Limbah Botol Plastik untuk Budidaya Rumput Laut 25 Ton Per Bulan

Baca juga: Dijual ke Makassar & Surabaya, Dinas Perikanan Nunukan Sebut 2.500 Ton Rumput Laut Dikirim Per Bulan

Hal itu diungkapkan oleh Humas Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Lukie Reza Kusumah.

"Permohonan paspor menurun sejak pandemi Covid-19 mulai merebak ke Nunukan. Ditambah negara Malaysia sampai sekarang masih lakukan karantina wilayah. Januari 2021 hanya 30 permohonan dalam sebulan. Normalnya sebelum pandemi bisa 40 permohonan tiap harinya," kata Lukie Reza Kusumah kepada TribunKaltara.com, Senin (01/03/2021), pukul 16.00 Wita.

Pria yang akrab disapa Lukie itu, mengatakan layanan paspor simpatik di Imigrasi Nunukan dijadwalkan oleh pihaknya tiap bulan dua kali.

Kendati demikian, angka permohonan masih terbilang menurun drastis dibanding sebelum pandemi Covid-19.

"Kami buat jadi minggu ke dua dan keempat, tapi tetap sepi. Hari Sabtu lalu justru tidak ada yang datang sama sekali. Untuk permohonan di Februari ini hanya 25 permohonan," ucapnya.

Menurut Lukie, pihaknya saat ini mulai menggenjot program layanan Eazy Passport.

Diketahui, layanan Eazy Passport merupakan program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Melalui program ini pemohon bisa mengajukan permohonan paspor tanpa perlu ke kantor imigrasi. Lantaran, petugas imigrasi akan mendatangi pemohon di lokasi yang telah ditentukan.

"Ini program jemput bola kepada instansi, kampus, sekolah atau komunitas, yang ingin pelayanan paspor secara kolektif dapat ajukan kepada kami. Jumat lalu, dari Bea Cukai mendaftarkan untuk 25 orang. Tapi yang jadi hanya 18 permohonan saja," ujarnya.

Lukie mengaku, untuk layanan Eazy Passport, seluruh proses permohonan paspor mulai dari penyerahan dan pemeriksaan berkas persyaratan, wawancara, serta pengambilan data biometrik berupa foto dan sidik jari dilakukan di lokasi kegiatan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Nunukan Hari Ini, BMKG Prediksi Lumbis dan Lumbis Ogong Diguyur Hujan Ringan

Baca juga: UPDATE Tambah 8, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 1.050, Semua Transmisi Lokal Termasuk 2 Bayi Baru Lahir

Baca juga: Kisah Panwascam Nunukan, Mulai Jaringan, Geografis Hingga Kehadirannya tak Disukai Simpatisan Paslon

"Paspor yang sudah jadi nantinya bisa diambil secara perwakilan ke kantor Imigrasi. Kalau ada masyarakat Nunukan, instansi dan komunitas bila ingin membuat paspor secara kolektif dapat ajukan. Tapi fasilitas untuk tempat kami lakukan pengambilan foto disiapkan. Harganya sama saja," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved