Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Tekan Angka Kelahiran, 200 Orang di Tarakan Bersedia Pasang Alat Kontrasepsi Jangka Panjang

Upaya menekan angka kelahiran bayi yang berjarak dekat, pemerintah kembali melanjutkan program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Maryam, Kepala DP3APPKB saat memantau proses pemasangan implan, salah satu jenis MKJP di Puskesmas Sebengkok 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN -Upaya menekan angka kelahiran bayi yang berjarak dekat, pemerintah kembali melanjutkan program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Tahun ini Kota Tarakan targetkan 200 peserta menjalani MKJP.

Di Kota Tarakan, upaya sosialisasi sudah dilakukan baik di puskesmas maupun di rumah sakit. Target program MKJP sendiri adalah ibu dengan dua anak dan usia di atas 40 tahun. Selain penggunaan pil KB, juga ada pemasangan IUD dan susuk serta metode vasektomi dan tubektomi.

Baca juga: Naik Pesawat, Enam Orang Terlantar di Tarakan Dipulangkan ke Surabaya, Biaya Ditanggung Baznas

Dibeberkan Mariyam, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Tarakan, MKJP dihadirkan untuk menekan angka kelahiran yang terlalu rapat. Selama ini metode kontrasepsi yang umum diminati yakni penggunaan pil dan suntik. Namun angka kegagalannya masih cukup tinggi dan si pengonsumsi tetap hamil.

Adapun MKJP yang terbaru yakni vasektomi dan tubektomi. Adapun vasektomi yakni metode operasi pada pria dan tubektomi, metode operasi pada wanita. Di Tarakan, vasektomi sudah menyasar 2 orang dan pengerjaannya dilakukan di RSUKT.

" Untuk tubektomi, target 24 orang untuk empat kali kegiatan dan pelaksanaannya di RSUKT," sebut Maryam kepada TribunKaltara.com, Kamis (8/4/2021).

Dikatakan Maryam, MKJP untuk jenis susuk KB, IUD (spiral) jarak pemasangannya sekitar lima tahun.

Baca juga: Diperbolehkan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Ketua MUI Malinau Edy Marwan Sebut Ada Syaratnya

"Namun kan selama ini masih ada kasus pendarahan yang terjadi Apalagi karena sering hamil. Dan keguguran karena memang belum masanya," ujarnya.

Baca juga: Menuju PTM, 49 Sekolah di Tarakan Lakukan Simulasi, Endah: Setelah Simulasi, Guru Divaksin

Sehingga MKJP ini diharapkan bisa memberikan jarak kehamilan agar perempuan juga terhindar dari kanker serviks, kanker rahim dan kanker payudara. Adapun program MKJP ditarget berjalan hingga 31 Oktober 2021 mendatang.

Sementara itu, dra. Jaharah, Kabid Pengendalian Penduduka dan Keluarga Berencana (PPKB) mengatakan, untuk MKJP melibatkan RSUKT dan enam puskesmas tahun ini. Yakni Puskesmas Juata, Puskesmas Sebengkok, Puskesmas Gunung Lingkas, Puskesmas Karang Rejo, Puskesmas Mamburungan dan Puskesmas Pantai Amal.

"Pelaksanaan MKJP di puskesmas atau faskes dijatah 45 akseptor atau pengguna kontrasepsi MKJP," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Penulis: Andi Pausiah
Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved