Rabu, 13 Mei 2026

Berita Nunukan Terkini

Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Asal Sulsel Meninggal, Masuk Nunukan Lewat Jalur Tikus

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Nunukan, Minggu (23/05/2021), pukul 01.00 Wita.

Tayang:
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Komunitas Bulukumba di Nunukan melayat jenazah Husni Baddu, di kamar mayat RSUD Nunukan, Kalimantan Utara, Minggu (23/05/2021), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Nunukan, Minggu (23/05/2021), pukul 01.00 Wita.

PMI tersebut atas nama Husni Baddu (50), jenis kelamin perempuan, asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Informasi meninggalnya PMI itu dibenarkan oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kombes Pol Hotma Victor Sihombing.

"Iya betul. Ibunya meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Nunukan. Dia (PMI) tiba di Nunukan bersama 54 PMI lainnya pada tanggal 19 Mei lalu. Mereka kembali ke tanah air melalui jalur samping (jalur tikus), tepatnya Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik," kata Hotma Victor Sihombing kepada TribunKaltara.com, pukul 11.30 Wita.

Pria yang akrab disapa Viktor itu belum mengetahui pasti meninggalnya pahlawan devisa negara itu.

Baca juga: 67 Pekerja Migran Ilegal Kabur Sebelum Dilakukan PCR Swab, BP2MI Nunukan: Nggak Ada yang Awasi

Baca juga: Tiba di Nunukan, Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural Tes Rapid Antingen, 1 Orang Positif Covid

"Untuk penyebabnya masih menunggu pemeriksaan dokter di RSUD Nunukan," ucapnya.

Menurutnya, awal tahun 2021 ini sudah 3 orang PMI meninggal dunia di Nunukan.

Sementara itu, kata Viktor pihaknya hanya bisa memberikan santunan kematian, mengingat anggaran BP2MI Nunukan sangat terbatas.

"Jenazah ibu itu rencananya akan dimakamkan di kampung halaman oleh pihak keluarga. Kami hanya bisa memberikan dana santunan kepada keluarga berduka," ujarnya.

Viktor mengatakan, selama karantina di Rusunawa Nunukan, biaya konsumsi termasuk rapid tes Antigen di tanggung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan.

Baca juga: Disnaker Kaltara Periksa PT Intracwood, Manager HRD: Kami Welcome Tidak Ada yang Harus Ditutupi 

"Kalau biaya pemulangan PMI ke kampung halaman di tanggung oleh BP2MI Nunukan sepanjang mereka memiliki paspor. Sedangkan untuk PMI yang meninggal akan kami fasilitasi sepanjang anggaran masih cukup. Ya kalau tidak cukup maka kami hanya bisa berikan santunan duka kepada keluarga korban," tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah Husni Baddu masih berada di kamar mayat RSUD Nunukan, bersama anak dan cucunya. Sembari menunggu hasil uji swab test yang telah dikirim ke Tarakan pagi tadi.

67 Pekerja Migran Ilegal Kabur

Sebanyak 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, kabur sebelum dilakukan PCR swab oleh petugas, Rabu (19/05/2021), sore.

Dikabarkan, saat itu ada sebanyak 121 PMI yang kembali ke tanah air secara ilegal melalui jalur 'tikus' di Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kombes Pol Hotma Victor Sihombing, mengatakan, saat ratusan PMI itu tiba di Bambangan untuk dilakukan pemeriksaan PCR swab, 72 orang diantaranya kabur.

Sumber: Tribun Kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved