Opini

PPKM Level 4 dan Perhatian Khusus Pemerintah bagi Pelaku Usaha

Presiden Jokowi menginstruksikan untuk perpanjang PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 dengan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha.

Editor: Sumarsono
HO
Rektor Universitas Balikpapan Dr Isradi Zaienal 

Kegiatan pada pusat perbelanjaan! mall/ pusat perdagangan diturup sementara kecuali akses untuk pegawai toko yang melayani penjualan online dengan maksimal 3 orang setiap toko, supermarket dan pasar swalayan.

PPKM level 4 untuk luar Jawa dan Bali (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) berdasarkan Inmendagri No. 25 tahun 2021 dalam kaitannya pelonggaran berusaha bagi pelaku usaha/pedagang kurang lebih sama.

Diinstruksikan untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan sejenis diizinkan buka dengan prokes ketat, handsanitizer, dll.

Untuk supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 dengan kapasitas oengunjung 50%. Sedangkan apotek dan toko obat buka 24 Jam.

Menurut Inmendagri No. 25 tahun 2021 terkait PPKM Level 4, untuk warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dam sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat, memakai masker, mencuci tangan, handsanitiser.

Baca juga: Wali Kota Tarakan dr Khairul Undang Seluruh Lurah dan RT, Pemerintah Bahas Penerapan PPKM Level IV

Pengaturan teknisnya oleh pemerintah daerah.

Rumah makan dan kafe skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan di tempat/ dine in dengan kapasitas 25% dan menerima makan di bawah pulang/delivery/ take away dengan prokes ketat.

Restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/ mall hanya menwrima delivery/ take away dan tidak memerima makan di tempat.

Kegiatan pada pusat perbelanjaan/ mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan prokes ketat dengan kapasitas pengunjung 50% dan jam operasional sampai dengan jam 20.00 malam.

Kebijakan khusus yang diberikan oleh pemerintah hendaknya disikapi pelaku usaha kecil, pedagang dan sejenisnya dengan bijak.

Hal ini sebagai cara menjadi bagian dari warga yang turut serta memerangi pandemi Covid-19.

Pelaku usaha harus secara otodidak dan bersama warga lainnya untuk memerangi Covid-19.

Pelaku usaha jangan membiarkan pemerintah bekerja sendiri dalam menangani Covid-19, begitu juga pemerintah mesti memastikan tidak ada warganya yang kelaparan dan melarat karena pandemi Covid-19.

Semua harus bergotong royong. Pemerintah, pengusaha, perusahaan, media, akademisi, dunia kampus, karyawan harus bergandengan tangan dalam menghadapi musuh Covid-19 yang bisa menjadi penghancur Negara.

(*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved