Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Rumput Pachong & Tanaman Indogofera, Digunakan untuk Pakan Kambing Boer di Bulungan, Dijamin Sehat 

inovasi merawat kambing boer dengan memberi makan tanaman indigofera dan rumput olahan vermentasi, "rumput pachong".

Penulis: Georgie Sentana Hasian Silalahi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Lahan Rumput Pachong dan Tanaman Indigofe digunakan untuk pakan Kambing Boer di Bulungan. 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Untuk keberlangsungan hidup kambing boer yang berasal dari Afrika Selatan, dan merupakan kambing pedaging berkualitas unggul karena fisiknya memiliki daya tahan kuat terhadap serangan penyakit dan tak kenal musim sehingga pertumbuhannya sangat cepat.

Cheito Karno atau sapaan akrabnya "Ashe" bersama anaknya Wynne Tricia Kie terus berupaya melakukan inovasi merawat kambing boer dengan memberi makan tanaman indigofera dan rumput olahan vermentasi, "rumput pachong".

"Kami memberikan pakan hijauan, berupa rumput pachong, kemudian ada tanaman indigofera dan jenis daun-daunan untuk rambanan lainnya, kemudian kami sekali-kali memberi ampas tahu," jelasnya Minggu (12/09/2021).

Lahan Rumput Pachong dan Tanaman Indigofe digunakan untuk pakan Kambing Boer di Bulungan.
Lahan Rumput Pachong dan Tanaman Indigofe digunakan untuk pakan Kambing Boer di Bulungan. (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

"Dan kami pak, beri 1 genggam konsentrat kurang lebih 1 ons, perhari konsentrat," tambahnya.

Sebagai informasi, konsentrat (Rumput Pachong) yang diberi oleh pemilik ternak kambing boer bulungan mandiri farm, adalah Pakan ternak yang memiliki kandungan serat kasar rendah, dibawah 18% untuk menambah protein.

Baca juga: Bupati Syarwani, Apresiasi Menteri Pertanian SYL Kunjungi Kawasan Sektor Perternakan Kambing Boer

"Asal rumputnya dari thailand, batang rumputnya juga tidak terlalu keras pak, dan produktivitasnya 151,5 ton per hektar, kalau berat keringnya bisa 22,14 persen dan lemak kasar sampai 1.69 persen pak, termasuk tahan lama kurang lebih 9 tahun," ungkapnya kepada TribunKaltara.com

Sementara itu, Cheito Karno mengungkapkan, bahwa pola merawat peternakan kambing boer dengan pola breeding.

"Pola kita ini breeding untuk pengembangbiakkan, jadi kita menjaga, staminanya kambing, kita juga menjaga supaya jangan terlalu gemuk, jadi kita buat seideal mungkin, untuk dapat berkembang biak," tuturnya.

Chieto Karno juga memaparkan kepada TribunKaltara.com untuk pola pemberian makan ampas tahu dan konsentrat diberi setiap hari agar mutu pertumbuhan hewan sehat.

Baca juga: Cerita Cheito Karno, Beternak Kambing Boer di Bulungan, Hasilkan 80 Ekor, Diimpor dari Australia

"Kita bisa berikan nutrisi itu, 1 hari 1 kali ampas tahu sama konsentrat pak," jelasnya.

Lebih lanjut, tanaman indigofera yang diolah Chieto Karno peternak kambing boer Bulungan Mandiri Farm memiliki produktivitas 21 ton per-hektar dan per-tahun dan bahan organik mencapai 90,68 persen serta masa panen bisa 40-60 hari.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved