Breaking News:

Berita Daerah Terkini

1.485 Orang Jadi Korban Pungli Lurah Sungai Kapih, Polresta Samarinda Beber Nominal Uang yang Pungut

1.485 orang menjadi korban pungutan liar atau Pungli yang dilakukan Lurah Sungai Kapih, Samarinda, Polresta Samarinda beber nominal uang yang pungut.

TRIBUNKALTARA.COM/ RITA LAVENIA
Barang bukti OTT yang diamankan oleh Mapolresta Samarinda dalam kasus pungli yang menyeret Lurah Sungai Kapih dan seorang makelar. TRIBUNKALTARA.COM/ RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTARA.COM, SAMARINDA - 1.485 orang menjadi korban pungutan liar atau Pungli yang dilakukan Lurah Sungai Kapih, Samarinda, Polresta Samarinda beber nominal uang yang pungut.

Ada banyak barang bukti yang ditampakan dalam rilis pengungkapan Operasi Tangkap Tangan ( OTT) perkara pungutan biaya Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap ( PTSl) yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah bersama rekannya Rusli, di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021) sore ini.

Antara lain 2 buah buku tabungan milik kedua tersangka, 1 buah Kartu ATM, 1 buah telephone selular, serta ratusan berkas administrasi pendaftaran PTSL.

Selain itu, ada pula uang tunai hasil pungli kedua tersangka dengan rincian berikut:

Baca juga: Lurah Sungai Kapih Samarinda Jadi Otak Pungli Pengurusan PTSL, Polisi Sita Uang Rp 678.350.000

• Rp 170 juta uang formulir PTSL,
• Uang dari rekening tersangka Rusli sebesar Rp 439 juta,
• Uang dari rekening Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah sebesar Rp 45 juta.

Polresta Samarinda merilis pengungkapan kasus pungli pengurusan PSTL yang dilakukan oknum Lurah Sungai Kapih, Samarinda Edi Apriliansyah bersama tersangka Rusli di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021)
Polresta Samarinda merilis pengungkapan kasus pungli pengurusan PSTL yang dilakukan oknum Lurah Sungai Kapih, Samarinda Edi Apriliansyah bersama tersangka Rusli di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021) (TRIBUNKALTIM.CO/ RITA LAVENIA)

"Totalnya ada Rp 678.350.000 yang kita amankan," terang Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, melalui Wakapolres Samarinda, AKBP Eko Budianto dalam rilisnya.

Ia menyebut, sejauh ini sudah ada 1.485 orang yang menjadi korban kecurangan kedua oknum tersebut.

"Jadi setiap orang wajib membayar Rp 100 ribu untuk pendaftaran awal. Setelah bisa terdaftar, baru tersangka meminta biaya yang sudah ditentukan (Rp 1,5 juta per 200 meter persegi)," bebernya.

Ia menambahkan, aksi curang oknum pejabat kelurahan tersebut terkuak saat banyak masyarakat yang merasa janggal dengan pengurusan PTSL yang dikenakan tarif yang cukup besar.

"Kami juga masih dalami apakah ada pihak lain yang terlibat," pungkasnya.

Baca juga: Bupati Nunukan Berikan Surat Peringatan ke Oknum PNS yang Lakukan Pungli: Itu Bukan Tugas Mereka

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved