Berita Kaltara Terkini

PTM Berjalan 3 Minggu, Kepala Disdikbud Kaltara Teguh Henri Klaim Tidak Ada Klaster Sekolah

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas atau PTM-T setingkat SMA dan SMK se-Kaltara telah berjalan tiga minggu.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kepala Disdikbud Kaltara, Teguh Henri Sutanto 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas atau PTM-T setingkat SMA dan SMK se-Kaltara telah berjalan tiga minggu.

Menurut Kepala Disdikbud Kaltara Teguh Henri Sutanto, selama pelaksanaan PTM-T belum ditemukan adanya klaster Covid-19 sekolah.

"Untuk PTM sudah berjalan 3 minggu yang lalu," kata Teguh Henri Sutanto, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Menunggu Jadwal Simulasi Resmi dari Disdikbud, SDN Utama 1 Tarakan Gelar Simulasi PTM Internal

"Alhamdulillah, setelah kita evaluasi sampai saat ini belum ada yang terpapar Covid-19 atau klaster sekolah," terangnya.

Ia menjelaskan, bahwa pelaksanaan PTM-T sesungguhnya telah lebih dahulu dimulai di beberapa daerah di luar wilayah kota.

Baca juga: Orangtua Pelajar di SMKN 3 Tarakan 50 Persen Setuju PTM Digelar, Sisanya Pilih Pembelajaran Daring

Mengingat di wilayah tersebut, kasus Covid-19 cenderung melandai, dan siswa lebih efektif untuk PTM dibanding Belajar Daring karena keterbatasan fasilitas dan sinyal jaringan.

"Kemarin yang belum dibuka itu Tarakan dan Tanjung Selor saja, sekarang karena sudah Level 3 sudah semua kita buka, kemarin karena level 4 belum kita buka itu Tanjung Selor," katanya.

Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dilaksanakan di tingkat SMA seperti di SMAN 1 Tarakan hari ini, Senin (25/10/2021).
Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai dilaksanakan di tingkat SMA seperti di SMAN 1 Tarakan hari ini, Senin (25/10/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

"Tapi untuk di Bulungan seperti Tanah Kuning kemudian Peso itu sudah kita mulai duluan, hanya di kota saja itu belum kita mulai," tuturnya.

Teguh Henri juga menyampaikan, bahwa dalam PTM-T, pola belajar menggunkaan sistem sif, di mana tiap siswa hanya masuk sekolah selama dua kali dalam sepekan.

Baca juga: Hari Pertama PTM Terbatas, SMA Negeri 1 Tarakan Terapkan Kehadiran Siswa Pakai Absen Genap & Ganjil

Pola sif dua kali masuk dalam sepekan ini, nantinya dimungkinkan akan ditambah, bila status Level PPKM di tiap daerah berangsur menurun.

"Jadi kita gunakan sif masuk dua kali dalam sepekan, kita akan tambah kalau nanti sudah turun level PPKM," ujarnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved