Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

2 Napi Dipindahkan Lapas Tarakan Masih Over Kapasitas, Kalapas Sebut Pemindahan Tunggu Pendanaan

2 Napi dipindahkan Lapas Tarakan masih over kapasitas, Kalapas sebut pemindahan tunggu pendanaan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Aktivitas napi Lapas Kelas IIA Tarakan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – 2 Napi dipindahkan Lapas Tarakan masih over kapasitas, Kalapas sebut pemindahan tunggu pendanaan.

Dua napi Lapas Kelas IIA Tarakan belum lama ini dipindahkan ke Lapas Balikpapan.

Dibeberkan Kalapas Kelas IIA Tarakan, Yosef Benyamin Yembise yang sebentar lagi akan berpindah tugas ke Kota Banjarbaru, pemindahan napi tersebut tak lepas dari kondisi Lapas Kelas IIA Tarakan yang over kapasitas.

Baca juga: Lapas Tarakan Temukan Sabu 55,76 Gram Diduga Dilempar dari Luar, Kalapas Beber Kondisi Sarpras & SDM

“Pemindahan itu berkaitan over kapasitas lapas saat ini. Ada beberapa napi yang pernah masuk ke sini dan kita kerja sama dengan penegak hukum coba melihat potensi warga binaan tersebut dalam hal menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban,” beber Yosef.

Hasil koordinasi bersama penegak hukum dan Kanwil, pihaknya mengambil langkah melakukan pemindahan dua napi keluar Tarakan.

“Dua orang dipindah ke Lapas Balikpapan. Dan karena keterbatasan dana kami akan cicil lagi. Seandainya dana banyak kami akan kirim lebih banyak lagi. Sementara ini mengikuti petunjuk Kanwil,” beber Yosef.

Lebih jauh Yosef menjelaskan, pemindahan warga binaan sendiri per orang sendiri sesuai SOP harus dikawal dua polisi.

“Syarat penerbangan dibanding darat, darat lebih mahal. Naik pesawat ke Balikpapan tidak ada GT harus Wings Air. Jadi kami cicil. Kalau pesawat yang muat penumpang banyak, kitab isa kirim lebih banyak,” ujarnya.

Baca juga: Peringatan Hari Armada RI, Gubernur Kaltara Bersama Danlantamal XIII Tanam Mangrove di Tarakan

Adapun lanjut Yosef, dua warga binaan itu dikirim berdasarkan latar kasusnya mereka adalah mantan napi residivis.

“Mereka sudah masuk pada waktu saya belum bertugas. Saya bertugas tahun 2020. Mereka ada catatan berpotensi bisa menciptakan gangguan keamanan di lapas Tarakan maka dipindahkan ke lapas Balikpapan,” beber Yosef.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved