Berita Malinau Terkini

Stok Komoditas Pertanian Menipis Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit Melonjak di Kabupaten Malinau

Harga sejumlah komoditas fluktuatif pada pekan ini menjelang bulan suci Ramadan 2022 di Malinau. Harga cabai rawit dan bawang merah alami kenaikan.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Harga komoditas merangkak naik di Pasar Induk Malinau Kota jelang bulan Puasa 2022 di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (23/3/2022). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Harga sejumlah komoditas fluktuatif pada pekan ini menjelang bulan suci Ramadan 2022 di Malinau.

Sebelumnya, Disperindagkop dan UMKM Malinau merilis harga terbaru sejumlah komoditas di pasaran pekan ini.

Khusus komoditas pertanian, harga cabai rawit dan bawang merah terus mengalami kenaikan di pasaran.

Baca juga: Jelang Puasa Ramadan Tahun 2022, DPKP Kaltara Klaim Stok Pangan Selain Cabai Rawit Masih Aman

Pantauan TribunKaltara.com di Pasar Induk Malinau Kota, harga cabai rawit lokal kembali naik dari Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

Pedagang Sayur dan Sembako di Pasar Malinau Kota, Nurul menyampaikan kenaikan harga diakibatkan harga beli dari penyalur lokal juga meningkat.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Imbayut Taka Tana Tidung Melonjak, Jadi Rp 130 Ribu per Kilogram

"Lombok kecil ini yang harganya lumayan naik sekarang. Kita jualnya Rp 15 ribu per ons. Kalau lombok Sulawesi itu Rp 12 ribu. Harganya memang mahal dari sana," ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Nurul menjelaskan, harga selain cabe rawit, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Meskipun akhir-akhir ini diprediksi bakal turun.

"Bawang putih biasa aja. Bawang merah yang naik, biasanya paling mahal Rp 35 ribu sekilo, sekarang Rp 40 ribuan. Cuma minggu ini mulai turun Rp 38 ribu," katanya.

Harga komoditas merangkak naik di Pasar Induk Malinau Kota jelang bulan Puasa 2022 di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (23/3/2022).
Harga komoditas merangkak naik di Pasar Induk Malinau Kota jelang bulan Puasa 2022 di Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (23/3/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Pemasok Cabe rawit di Pasar Induk Malinau Kota, Andi menuturkan kenaikan harga cabe rawit dipengaruhi faktor cuaca.

Menipisnya stok di pasaran diakibatkan curah hujan tinggi. Menurutnya, saat ini penjual mengandalkan stok asal kabupaten tetangga.

"Dari lokal kurang sekali. Katanya musim hujan, ini juga harga racun hama katanya naik, makanya ikutan naik. Kita ambil stok dari Berau, dipangkas ongkos kirim jadi harganya segitu," ungkapnya.

Adapun rincian harga komoditas berdasarkan data yang diperoleh TribunKaltara melaluo Disperindagkop dan UMKM Malinau adalah sebagai berikut:

Baca juga: Khawatir Harga Sembako Naik Jelang Bulan Puasa, Cabai Rawit Rp 100 Ribu per Kg di Tanjung Selor

1. BERAS DAERAH
Beras Adan = RP. 11.000/kg
Beras Merah = Rp. 11.000/kg
Beras Gunung = Rp. 11.000/kg
Beras Unggul = Rp. 11.000/kg
Beras Ketan Non Subsidi Rp. 16.400/kg
Beras Hitam Non Subsidi Rp. 16.400/Kg

2. BERAS LUAR DAERAH
Beras Dengan Harga Tertinggi RP. 13.000/kg -
Beras Dengan Harga Terendah Rp. 10.500/kg

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved