Berita Tarakan Terkini

IPSS Kaltara Kecam & Kutuk Keras Salah Satu Postingan Konten di Medsos, Berpotensi Konflik Sara

katan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) menggelar konferensi pers terkait viralnya postingan yang rawan isu sara.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
IPSS Kaltara Kecam & Kutuk Keras Salah Satu Postingan Konten di Medsos, Berpotensi Konflik Sara
TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMENTASI IPSS KALTARA
Tampak screenshoot di salah satu postingan komentar akun medsos instagram yang berpotensi konflik sara.

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) menggelar konferensi pers terkait viralnya postingan yang rawan isu sara.

IPSS Kaltara mengecam keras adanya oknum yang sengaja memposting komentar dan dianggap bisa menimbulkan polemik lewat salah satu akun Instagram diduga adalah akun palsu.

Dikatakan Makbul, Ketua Harian IPSS Kaltara, yang didampingi Penasihat IPSS Kaltara, Ince Rifai dan Amin Tansi, serta sebagian pengurus di IPSS Kaltara melalui konferensi pers yang dilaksanakan di Kopitiam, Kamis (12/5/2022) siang tadi, konferensi pers tersebut mengungkapkan kebaradaan IPPS ingin berbuat yang terbaik untuk masyarakat Kaltara.

Baca juga: Kasus Briptu Hasbudi Masih Berproses, Bagaimana Nasib IPSS Kaltara? Ini Tanggapan Pengurus

“Baik untuk suku Bugis, Tidung, Dayak, Jawa, Batak dan suku lainnya yang ada di Kaltara. Dalam hal ini kami melihat ada oknum sengaja menciptkan opini mengatasnamakan IPPS. Dan itu menyakitkan kita semua. Saya yakinkan yang memposting komentar tersebut bukan perwakilan IPSS,” tegas Makbul.

Kemudian lanjutnya, itu adalah oknum dan pemilik akun ini harus mempertanggungjawabkan secara hukum. Ia mengaharapkan semua warga Kaltara dari suku manapun, mengajak untuk menciptakan suasana harmonis di Kaltara agar semua merasakan kebahagiaan.

“Saudaraku semua agar sama-sama jangan memperkeruh suasana berpotensi konflik apapun bentuknya. Secara khusus konten provokatif kita cegah untuk tidak disebarluaskan,” tegasnya.

Baca juga: Profil PT BTM, Pemilik Konsesi Pertambangan Legal di Sekatak, Dikaitkan dengan Kasus Briptu Hasbudi

Ia melanjutkan, medsos jangan digunakan untuk sarana adu domba. Ia meyakinkan IPSS organisasi pemuda ingin melakukan yang terbaik dan menjadi milik bersama tidak memandang suku, agama dan ras saat ingin berbagi.

Di momen itu turut hadir pula penasihat IPSS Kaltara, Ince Rifai dan Amin Tansi. Diungkapkan Amin Tansi, begitu mendengar isu tersebut di masyarakat, sebagai Dewan Penasehat di IPSS langsung mengadakan rapat dan izin dengan orangtua dan sesepuh di KKSS Kaltara terkait persoalan ini.

“Kami sepakat minta kepada pengurus IPSS menelusuri mengidentifikasi siapa pemilik akun. Hasil penelusuran, tidak ada ditemukan personel pengurus di IPSS sendiri. Kami sepakat serahkan kepada kepolisian mengusut soal ini. Keterbatasan kami juga, penegak hukum bisa lebih profesional,” ujarnya.

Tampak Ketua Harian IPSS Kaltara, penasehat IPSS Kaltara dan pengurus IPSS Kaltara duduk bersama memberikan klarifikasi terkait postingan viral di media sosial belum lama ini, Kamis (12/5/2022).
Tampak Ketua Harian IPSS Kaltara, penasehat IPSS Kaltara dan pengurus IPSS Kaltara duduk bersama memberikan klarifikasi terkait postingan viral di media sosial belum lama ini, Kamis (12/5/2022). (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Apapun yang dilakukan IPSS, pihaknya memiliki tanggung jawab moral. Dalam hal ini lanjutnya, pelaporan ke kepolisian tidak dilakukan pihaknya karena sebelumnya ada pihak lain yang sudah melakukan pelaporan.

Diketahui pada tanggal 9 Mei 2022, Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kaltara Bidang Hukum, Muklis Ramlan didampingi Ketua Forum Komunikasi Rumpun Tidung Kaltara, Sabirin Sanyong melaporkan akun medsos yang diduga menaburkan isu sara. Akun Instagram bernama @okelahgenk itu mengomentari postingan dan menuliskan ‘Anak IPSS tetap optimis dan jaya selalu ya…Ayo Kaltara kita bugiskan’ disertai emoticon api di dalah satu postingan Instagram langsung menjadi topik pembicaraan yang viral dan dianggap rawan sara.

Baca juga: Ikut Meriahkan HUT Ke 9 Provinsi Kaltara di Tarakan, Balap Speedboat IPSS Race Boat Cup I Digelar

Ini menjadi alasan TGUPP melaporkan langsung akun tersebut langsung ke Polda Kaltara pada 9 Mei 2022 kemarin usai kegiatan rilis pers kasus oknum anggota Polri.

Pemilik akun dilaporkan diduga melanggar pasal 27 ayat 3 dan pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ince Rifai, juga salah seorang Dewan Penasehat di IPSS Kaltara turut membeberkan, klarifikasi sudah diberikan termasuk mengutuk keras konten berbau sara dan perpecahan.

“Agar tidak terjadi gesekan. Konten tersebut harus dilaporkan, karena bisa jadi dibuat akun palsu, akun tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah. Prinsip kita, Kaltara tetap aman nyaman di rumah kita,” tegasnya seraya menambahkan, siapapun ada di Kaltara lanjutnya, harus bersaudara, bahu-membahu saling memberikan support kebaikan bersama.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved