Opini
Peran Kampus dan Bela Negara
Kampus merupakan tempat pertukaran kelimuan, gagasan, pengawal nilai, pemikul integritas, dan penjaga moralitas bagi kebaikan dan kemajuan bangsa.
Dalam sisi yang lain, masyarakat kampus juga mesti duduk bersama pemerintah, bersinergi untuk memecahkan berbagai persolan bangsa dengan dasar dan pandangan objektif.
Pandangan yang didasarkan pada nilai-nilai akademis dan menjunjung tinggi etik dan integritas.
Masyarakat kampus mesti berada pada panggung objektivitas, berbicara dan menyampaikan pandangan dengan kebenaran akademis yang dapat dipertanggung jawabkan.
Objektivitas adalah hal yang tidak dapat ditawar.
Objektivitas yang penulis maksud adalah bahwa pandangan, sikap kritis, serta tindakan-tindakan warga kampus diupayakan berada pada garis yang lurus.
Berani berkata dan berpandangan untuk kemaslahatan. Singkatnya, masyarakat kampus mesti berani berdiri pada spirit nilai, kebaikan, kejujuran dan konsistensi dalam usaha mencintai Negara.
Ketiga, masyarakat kampus mesti menjadi institusi yang mampu menunjukan keteladanan dalam berbagai aspek.
Keteladanan disini adalah bahwa seluruh pandangan, sikap, tindakan diupayakan menjadi cerminan dari semua kalangan yang mendiami bangsa ini.
Ada satu pandangan yang menarik untuk diurai, “jika ingin melihat suatu bangsa, maka lihatlah eksistensi kampusnya”.
Pandangan ini hendak memberikan semacam pesan bahwa, besarnya suatu bangsa itu ditentukan oleh eksistensi kampusnya.
Oleh karena itu, pada aspek pemikiran, tindakan, integritas, kecintaan terhadap bangsa harus ditunjukkan oleh masyarakat kampus.
Baca juga: Dedikasi Bela Negara, Anggota Saka Wira Kartika Kodim 0910 Malinau Dibekali Keterampilan Survival
Keteladanan merupakan keniscayaan bagi masyarakat kampus, sebagai pemikul, pengemban nilai-nilai etik, integritas, pengetahuan, pengabdian, pengawal kebijakan.
Seluruhnya ini masyarakat kampus dituntut kosnisten, kesungguhan serta keteguhan untuk mewarnai semua elemen kehidupan berbangsa.
Hal yang paling pokok dari keteladanan adalah, kesungguhan dalam memegang prinsip-prisip akademis dalam menyikapi ragam persoalan kebangsaan yang dimanifestasikan dalam perbauatan-perbuatan konkrit oleh insan akademis.
Keempat, dalam konteks bela Negara, masyarakat kampus mesti mampu menjadi titik episentrum bagi rakyat untuk melakukan filter terhadap pemikiran-pemikiran, kebudyaan, cara pandang, yang dapat mereduksi nilai dan budaya keindonesiaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Mahfuzun.jpg)