Opini

Peran Kampus dan Bela Negara 

Kampus merupakan tempat pertukaran kelimuan, gagasan,  pengawal nilai, pemikul integritas,  dan penjaga moralitas bagi kebaikan dan kemajuan bangsa.

Editor: Sumarsono
IST
Mahfuzun Bone, Peserta Latsar CPNS KDOD LAN-RI Angkt. XXVI/Dosen Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman 

Masyarakat kampus memiliki kewajiban melalui gerak-gerak strategis dan kajian holistik untuk meminimalisir penetrasi budaya asing yang kian hari kian menguat.

Sebagaimana kita pahami bersama, bahwa penetrasi budaya asing makin mengkhawatirkan, menembus ruang-ruang kehidupan berbangsa.

Persoalan ini harus segera diatasi demi masa depan generasi bangsa kedepan.

Hal mendesak yang mesti dilakukan adalah, masyarakat kampus mesti mengolah program-program dan kajian-kajian ilmiah yang kontinu dalam gerakan mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat Indonesia terhadap budaya asing yang kian meresahkan. 

Inisiasi adalah kata kunci bagi warga kampus untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, kampus harus memulai untuk menggandeng seluruh pihak, merumuskan program lalu  dikonkritkan melalui aksi nyata yang diarahkan pada usaha mencerahkan dan menyadarkan  seluruh komponen bangsa tentang  bahayanya  hegemoni budaya asing.

Kelima, peran kampus dalam konteks bela Negara juga bisa dilakukan dengan membuat kurikulum bela Negara yang diarahkan pada usaha memberikan penyadaran kepada seluruh civitas akademika tentang  tanggung jawab yang harus dilakukan oleh insan akademis.

Kurikukulum tersebut khusus yang menjadi domain dari kampus. Misal, bagaimana membuat kurikulum bela Negara yang kontekstual di era 4.0.

Menurut hemat penulis, cara pandang masyarakat  kampus di era 4.0 kaitannya bela Negara mesti difokuskan pada kedaulatan digital, kedaulatan data yang selama ini rentan mengalami kebocoran dan berpotensi digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Data warga bisa dijual atau digunakan untuk kepentingan-lepentingan tertentu yang akan berdampak buruk dimasa yang akan datang.

Singkatnya, bela Negara harus diarahkan pada ikhtiar memperkuat  kedaulatan digital atau kah kedaulatan data yang selama ini terus menuai polemik.

Pada akhirnya, lima hal yang telah penulis uraikan menjadi tanggung jawab kampus untuk memainkan peran-peran strategisnya melalui kebijakan yang tentu berasal dari pimpinan kampus dan mampu duturunkan sampai pada level yang paling bawah.

Sudah saatnya masyarakat kampus bersinergi dengan berbagai pihak, menggandeng  seluruh elemen untuk melakukan penyadaran kepada publik tentang urgensi bela Negara. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved