Berita Malinau Terkini

Harga Cabai Rawit Turun Tipis di Pasar Induk Malinau, Bawang Merah Tetap Rp 65 Ribu per Kilogram

Hari Raya Idul Adha telah usai, namun harga komoditas di Malinau masih tetap sama yaitu bawang merah dan cabai rawit turun.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Transaksi jual beli di Pasar Induk Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Seusai hari besar keagamaan di Malinau, harga 2 komoditas terpantau masih belum pulih di pasaran.

Seusai hari raya Idul Adha, harga cabai rawit turun sekira Rp 10 ribu. Sementara Bawang Merah masih stagnan.

Cabai rawit sebelumnya dibanderol seharga Rp 130 ribu per kilogram saat ini turun rata-rata Rp 120 ribu per kilogram.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Setara Harga Daging Sapi Rp 160 Ribu per Kilo, Sempat Capai Rp 200 Ribu

Pantauan TribunKaltara.com di sejumlah pasar di ibu kota kabupaten, harga Bawang Merah tak kunjung pulih. Masih sama pada Idul Adha lalu yakni Rp 65 ribu per kilogram.

Pedagang di Pasar Induk Malinau Kota, Nabil mengatakan harga 2 bahan dapur ini turun naik sejak periode Juli 2022 ini.

Baca juga: Harga Cabai Lokal Nunukan Naik Jadi Rp 180.000 per Kg, Imbas Kenaikan Harga Lombok dari Sulsel

"Cabai rawit turun dikit minggu ini, kalau kemaren kita jual Rp 13 ribu per ons, sekarang tinggal Rp 12 ribu, kadang juga naik. Harga bawang yang masih tinggi," ujarnya saat ditemui di Pasar Induk, Selasa (19/7/2022).

Hal yang paling terasa bagi pedagang saat ini, dampak menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga bahan pangan.

Transaksi jual beli di Pasar Induk Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu
Transaksi jual beli di Pasar Induk Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Pedagang lainya, Muli mengatakan kenaikan bahan pokok juga menyulitkan penjual memilah harga satuan terkecil.

Disesuaikan untuk pembelian skala rumah tangga, biasanya dibeli untuk keperluan jangka pendek.

Baca juga: Harga Sembako Melejit Jelang Idul Adha, Pedagang di Malinau Beber Bawang Merah Malaysia Lebih Murah

"Kalau pembeli ibu-ibu itukan nda mungkin beli kiloan. Paling banyak setengah kilo. Nah, kalau bawang merah ini Rp 65 ribu sekilo. Kalau mau 1 atau 2 ons paling berapa siung saja. Kita penjual kadang sulitnya di situ,' katanya.

Belum pulihnya harga 2 komoditas tersebut diakibatkan persediaan yang terbatas. Disebabkan sebagian besar masih mengandalkan suplai dari luar daerah.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved