Berita Tarakan Terkini

Semarak Peringatan HUT ke-77 RI, Puluhan Siswa SD Ikut Belajar Melukis di Museum Sejarah Tarakan

Semarak peringatan HUT ke-77 Indonesia, puluhan anak-anak SD ikut belajar melukis di Museum Sejarah Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kegiatan Belajar Melukis di Museum Sejarah Tarakan dilaksanakan Selasa (23/8/2022) hingga siang tadi. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Masih dalam semarak suasana HUT ke-77 RI, pada Selasa (23/8/2022) pagi hingga siang taddi, puluhan siswa dan siswi dari berbagai perwakilan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan MI se-Tarakan mengikuti kegiatan Belajar Melukis di Museum Sejarah Tarakan.

Dalam pembukaannya, turut hadir langsung Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes yang membuka Acara Belajar Melukis bagi para siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiah se-Kota Tarakan di Museum Sejarah Tarakan, Selasa (23/8/2022).

Di sambutannya, Wali Kota meminta kepada para pelajar untuk menyimpan dengan baik materi yang akan diberikan oleh pelatih.

Hal yang terpenting juga lanjut Khairul, selesai pelatihan ini, untuk dapat terus berlatih sehingga ilmu yang diperoleh pada hari ini tidak hilang begitu saja.

Baca juga: Pengakuan Penjual Chip Judi Online di Kota Tarakan, Pelanggannya Nelayan Hingga Petani Rumput Laut

“Tetap semangat belajar dan mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah ataupun kegiatan positif lainnya, sehingga kelak kalian akan menjadi kebanggaan orang tua dan daerah karena torehan prestasi kalian,” pesan Wali Kota.

Sementara itu, Titik Sudarwati, Kepala UPT Balai Adat Tidung dan Budaya dan Museum Sejarah Tarakan mengungkapkan selain dalam rangka HUT juga lanjutnya, kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan dari realisasi bantuan yang diberikan pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaa, Riset dan Teknologi RI.

“Setiap tahun dari kementerian berika bantuan DAK peruntukannya seperti ini intinya di publikasi. Bagaimana museum ini dikunjungi masyarakat termasuk anak-anak bisa mencintai museum,” ungkap Titi.

Ia melanjutkan, kegiatan ini setiap tahun berganti tema tidak hanya pelatihan dan perlombaan melukis.

“Pernah juga ada lomba buat video museum dan lainnya. Yang hari ini sesuai tema diarahkan ke siswa SD. Ada juga SMP untuk lomba cerdas cermat kemarin,” urainya.

Baca juga: Krisis Air Bersih di Tarakan, Fatkurrahman Warga Gunung Lingkas Jual Air Rp 10 Ribu per Tandon

Secara umum lanjutnya, kunjungan masyarakat ke Museum Sejarah Tarakan bisa dikatakan rerata sehari bisa sampai 10 orang.

“Pengunjung banyak dari luar daerah. Biasanya memakai jasa travel dan oleh travel diarahkan ke sini. Termasuk anak-anak sekolah secara rombongan belajar ke sini,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved