Berita Tarakan Terkini

Pasang Surut Laut jadi Kendala Ungkap Peredaran Narkotika di Perairan Tarakan, Mapping Wilayah Rawan

Kondisi pasang surut laut jadi faktor kendala ungkap peredaran narkotika di perairan Tarakan, mapping wilayah rawan dilakukan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
AKBP Suryanto, Kasubdit Polairud Polda Kaltara. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Peredaran narkotika di perairan Kaltara khususnya Tarakan turut ditangani Ditpolairud Polda Kaltara.

Dikatakan Dirpolairud Polda Kaltara, Kombes Pol Bambang Wiriawan melalui AKBP Suryanto, Kasubdit Polairud Polda Kaltara, untuk leading sector utama sebenarnya dari BNNP Kaltara.

Dalam hal pengungkapan pihaknya mendukung dari sisi sarana. Selebihnya kata AKBP Suryanto, selama ini memang kasus narkotika di perairan, ada yang tertangkap tangan dan ada juga yang sudah dapat informasi sebelumnya.

Adapun dalam pengungkapan kasus narkotika, bagian sulit sendiri kendala di situasi pasang dan surut air laut dari sisi perairan.

Baca juga: Kasus DBD di Tarakan Meningkat mulai Januari hingga Agustus 2022, Masyarakat Diimbau Terapkan 3M

“Mereka lebih paham juga wilayah atau daerah di sini. Daerah masuk kapan air pasang dan surut. Itu yang kadang sulit juga,” ungkapnya.

Adapun lanjutnya, data dari Ditpolairud Polda Kaltara sendiri, sebelumnya pihaknya sudah menangkap kasus jumlahnya hanya 5 gram di Perairan Muara Nunukan.

“Berangkat dari Sebatik, walau ditangkap hanya membawa ke Bunyu ke wilayah di tambang,” ujarnya.

Ia melanjutkan, biasanya pelaku sudah biasa membawa dan ada buku tabungan dan transaksi setiap pengantaran seperti nominal Rp 50 juta sehingga diindikasi ada upah diperoleh.

Ia melanjutkan, lokasi khusus masih dalam mapping dan perairan Kaltara masih sangat luas sehingga pihaknya masih harus melakukan mapping kembali.

“Termasuk dalam hal ini memanfaatkan intelijen dari Perairan, sektor BNN juga,”ujarnya.

Adapun kasus 5 gram ada dijanjikan upah melihat sejumlah transferan yang diberikan. Selain Nunukan yang dianggap rawan, berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka, tujuannya rerata ke Tarakan.

Baca juga: Budayawan Asal Tarakan Datu Norbeck Jelaskan Alasan Iraw Tengkayu Dimajukan Jadwalnya

“Tapi mereka sampaikan kadang mampir di daerah tambang di Bunyu. Mereka sifatnya tidak satu tempat dan mereka punya jaringan untuk menyampaikan informasi bahwa kita ada di posisi ini. Jadi kesulitan kita ada intelijen, mereka juga sama,” jelasnya.

Ia menambahkan memang sementara dugaannya sementara, lokasi perikanan saat ini di perairan Kaltara tak ditampik pihaknya bisa menajdi sasaran peredaran narkotika. Termasuk juga rumput laut.

“Ini hanya kemungkinan dan perlu didalami lebih lanjut,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved