Berita Tarakan Terkini

Pernah Tolak Pengajuan Even Fashion Week dan Colour Run, Wali Kota Tarakan dr Khairul Beber Alasan

Pernah tolak pengajuan even Fashion Week dan Colour Run, Wali Kota Tarakan dr Khairul beber alasan, singgung soal kegaduhan dan rekomendasi.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan, dr.Kharul, M.Kes. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Tidak adanya pemberian rekomendasi izin pelaksanaan Pawai Pembangunan pada Minggu (28/8/2022) ternyata bukan kasus pertama yang ditolak Pemkot Tarakan.

Sebelumnya, juga pernah ada penyelenggara even ingin mengajukan melaksanakan kegiatan yakni fashion week seperti yang viral dilaksanakan di sejumlah wilayah di Indonesia tak terkecuali Kaltara yakni Nunukan dan Bulungan.

Ini juga sekaligus menjawab mengapa saat viral kegiatan Fashion Week dan fashion street di beberapa kota besar, Tarakan tak ikut meramaikan dan menggelar kegiata serupa.

Dijelaskan Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes, sebenarnya untuk even seperti fashion week sempat juga diusulkan.

Baca juga: Satu Rumah Kios Berbahan Kayu di Kota Tarakan Terbakar, Petugas PMK Butuh 30 Menit Padamkan Api

Dan rencananya akan dilakukan di Islamic Center.

Namun ia tidak mengeluarkan rekomendasi izin sebagai Wali Kota Tarakan.

“Kalau saya beri izin apalagi di kawasan Islamic Center, bisa habis saya pasti di-bully orang apalagi kalau sudah dikasih izin wali kota. Kacau lagi. Jadi saya sampaikan jangan dulu. Fashion week ini sedang ramai dimana-mana,” ujarnya.

Penolakan tersebut bukannya tidak berdasar. Fungsi negara lanjutnya adalah mengatur. Ia menjelaskan jika memberikan izin fashion week di dekat masjid raya, maka bisa dibayangka pro kontra yang muncul.

“Buat sebagian orang memang ada yang suka. Tetapi kan nilai-nilai budaya harus diperhatikan. Dan terpenting sensivitas masyarakat harus dijaga. Saya selalu bilang jangan buat gaduh. Kalau buat gadung kita pusing dan kita banyak urusan,” jelasnya.

Artinya lanjut Khairul, yang tidak perlu digaduhkan, jangan dibuat menjadi gaduh.

“Pikirkan mau buat kegiatan ini orang suka atau tidak. Ingat kita hidup di tengah kemajemukan sehingga hal begini harus dijaga. Sebelumnya juga sudah saya larang seperti colour run,” jelasnya.

Banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Ia mengulas dulu, viralnya colour run, juga ingin diikuti Tarakan. Dan kondisinya saat itu, juga sensitivas masyarakat cukup tinggi.

Baca juga: Aset Pelabuhan Tengkayu 1 tak Diserahkan ke Pemkot Tarakan, BKAD Kaltara: Mungkin Kerja Sama

“Walaupun dianggap mematikan kreativitas, tapi harus mendengar suara orang banyak juga. Jadi kita hidup di tengah masyarakat. Semua kalau tidak ikut prosedur, tidak diizinkan. Kalau dia mengganggu ketentraman, menganggu keindahan kota, ketertiban, jalan, lalu lintas, merusak fasum public, nanti dulu! Ayok duduk bersama dulu dibahas,” tegasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved