Berita Malinau Terkini

Sopir Agen Gas di Malinau Kabur Bawa 871 Tabung LPG 3 Kilogram, Dijual ke Kaltim

Seorang sopir angen elpiji melakukan penggelapan dengan membawa ratusan tabung gas LPG 3 Kilo dan pelaku ditangkap di Wahau Provinsi Kalimantan Timur.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Konferensi pengungkapan kasus penggelapan ratusan tabung Elpiji bersubsidi 3 Kg di Ruang Rupatama, Mapolres Malinau, Selasa (6/9/2022). Polisi menetapakan terduga pelaku, Pria F sebagai tersangka kasus penggelapan. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Satuan Reserse Kriminal Polres Malinau menangkap seorang Sopir perusahaan agen penyalur Gas di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) usai melarikan ratusan tabung gas LPG 3 Kilogram.

Pria berinisial F (38) tersebut diduga kabur usai melakukan penggelapan ratusan tabung LPG (liquefied petroleum gas) 3 kilogram atau Elpiji melon.

Wakapolres Malinau, Kompol Lafrin Tambunan menerangkan Pria F telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penggelapan 871 tabung LPG bersubsidi tersebut.

Baca juga: Tabung Gas di Krayan Langka, Disperindagkop Kaltara Sebut 1.000 Tabung Elpiji Dibawa dari Malaysia

Awalnya, Polisi menerima aduan dari pemilik agen penyalur terkait ratusan LPG yang kerap hilang dan terakhir ratusan gas bersubsidi tersebut tak kunjung tiba di agen miliknya.

"Pria F ditangkap atas dugaan penggelapan tabung gas LPG 3 Kg pada, Jumat (2/9/2022) di Kaltim. Jumlah tabung yang digelapkan ada 871 tabung dan saat ini yang sudah diamankan ada 250 tabung," ujarnya saat konferensi pers di Mapolres Malinau, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Hasil Penggelapan 17 Ekor Sapi Puluhan Juta Rupiah, Kapolsek Sebatik Timur: Korban Rugi Rp 120 Juta

Pria F melarikan diri ke Provinsi Kaltim bersama 871 tabung LPG 3 Kilogram. Hasil pemeriksaan polisi, Pria F diduga memggelapkan Elpiji untuk dijual ulang.

Hasil penulusuran Satreskrim Polres Malinau, Pria F ditemukan dan dibekuk di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Konferensi pengungkapan kasus penggelapan ratusan tabung Elpiji bersubsidi 3 Kg di Ruang Rupatama, Mapolres Malinau, Selasa (6/9/2022). Polisi menetapakan terduga pelaku, Pria F sebagai tersangka kasus penggelapan.
Konferensi pengungkapan kasus penggelapan ratusan tabung Elpiji bersubsidi 3 Kg di Ruang Rupatama, Mapolres Malinau, Selasa (6/9/2022). Polisi menetapakan terduga pelaku, Pria F sebagai tersangka kasus penggelapan. (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Saat ini Polisi telah mengamankan 250 dari 871 tabung gas Elpiji melon yang diduga akan dijual pelaku ke Provinsi Kalimantan Timur.

"Pria F ini pekerjaannya adalah Sopir Truk, jadi F sopir yang membawa LPG agen penyalur Gas di Malinau. Saat ini sisa BB sedang dalam tahap pengembangan," katanya.

Baca juga: Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Bulungan, Kepala Disperindagkop dan UMKM Asmuni Kesal 

Pria F diduga menjual tabung gas LPG bersubsidi tersebut seharga Rp 140 ribu per tabung. Sehingga jika dikalkulasikan pelaku bisa meraup keuntungan hingga Rp 150 juta dari hasil penggelapan tersebut.

Pria F dijerat dengan Pasal 374 KUHP subsidair Pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved