Bulungan Memilih

Pemilu 2024 Belum Mulai, Spanduk dan Baliho Marak di Jalanan Kota Tanjung Selor, Reaksi Bawaslu

Bawaslu Kaltara menyampaikan belum dapat melakukan tindakan terkait spanduk dan baliho tokoh dan parpol tersebar di sudut jalan jelang Pemilu 2024

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
Kolase TribunKaltara.com/MAULANA ILHAMI FAWDI
Sejumlah spanduk dan baliho tokoh dan parpol yang terpasang di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, Minggu (30/10/2022). Bawaslu Kaltara menyampaikan belum dapat menindak pemasangan spanduk dan baliho lantaran belum masuk tahapan Pemilu 2024. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Masa kampanye Pemilu 2024 masih lama, tetapi hiruk pikuk tahun politik sudah mulai terasa.

Misalnya saja di sejumlah ruas jalan di Kota Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara, di mana spanduk dan baliho tokoh dan parpol tersebar di sudut jalan.

Pantauan TribunKaltara.com, Minggu (30/10/2022), spanduk dan baliho itu muncul di sejumlah sudut jalan seperti di Jalan Jelarai dan Jalan Sengkawit.

Ukurannya pun beragam, ada yang kecil, sedang hingga besar.

Pesan di spanduk dan baliho itu juga bermacam-macam, ada yang mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda ada juga yang mendeklarasikan diri sebagai Generasi Z Kaltara.

Baca juga: Bawaslu Kaltara Minta Petugas Panwascam Melek Media Sosial, Suryani: Praktis Untuk Sebarkan Berita

Ditanyakan mengenai berbagai spanduk dan baliho yang muncul jelang tahun politik itu, pihak Bawaslu Kaltara menyampaikan belum dapat melakukan tindakan.

Sebab kata Ketua Bawaslu Kaltara, Suryani, tokoh dan sosok yang menampilkan diri di dalam spanduk dan baliho tersebut belum tentu dipastikan berlaga di Pemilu 2024 mendatang.

"Kami masih melihat itu belum masuk aturan tahapan. Jadi mungkin ketika seseorang mensosialisasikan dirinya sebagai tokoh masyarakat, saat ini semua bebas ya," kata Suryani.

"Apakah nanti masuk dalam kontestasi pemilu dan pilkada kita belum tahu karena itu ada prosesnya," ungkapnya.

Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara, Suryani
Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara, Suryani (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI)

Kendati tak mempermasalahkan, Suryani mengingatkan agar tidak menampilkan ujaran kebencian dan politisasi SARA di dalam spanduk dan baliho itu.

Pihaknya pun membuka diri jika ada masyarakat yang merasa terganggu atas kehadiran spanduk dan baliho itu dan hendak melaporkannya pada Bawaslu Kaltara.

"Kalau misalnya masyarakat melporkan, merasa resah dan terganggu tetap kita terima laporannya dan kita kaji apakah memenuhi unsur pelanggaran pemilu," tutur Suryani.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved