Berita Malinau Terkini

Rp 16 Miliar DBH DR Malinau Dialokasikan untuk 6 Kegiatan Sektor Kehutanan, Berikut Rinciannya

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau atau DLH Malinau pada tahun 2023 akan melaksanakan 6 kegiatan.Rp 16 Miliar DBH DR untuk program kehutanan.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Kawasan hutan di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau atau DLH Malinau pada tahun 2023 akan melaksanakan 6 kegiatan.

Penggunaan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi atau DBH DR dialokasikan untuk pelaksanaan 6 kegiatan termasuk sub kegiatan di Malinau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Malinau, John Felix Rundupadang menjelaskan rincian 6 kegiatan pemanfaatan DBH-DR di Malinau tahun ini.

Pelaksanaan 3 kegiatan fisik, serta 3 sub kegiatan nonfisik tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi yang dialokasikan sekira Rp 16 miliar.

Baca juga: Hasil Musyawarah, Wakil Bupati Malinau Jakaria jadi Ketua Forum Komunikasi Warga Tidung Malinau

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau, dr. John Felix
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau, dr. John Felix (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

"Terkait DBH DR, terakhir kita sudah konsultasi langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ada 6 kegiatan yang disetujui dan siap kita laksanakan tahun ini. Dari 6 kegiatan ini rinciannya sekira Rp 16 miliar," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (25/1/2023).

Diantaranya adalah rehabilitasi hutan atau penanaman kembali, rencana induk (masterplan) tata ruang pemanfaatan lahan KM 8 Desa Tanjung Lapang dan pengelolaan 3 titik RTH atau ruang terbuka hijau.

Serta, ada 3 sub kegiatan nonfisik pada tahun ini meliputi program pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan.

Baca juga: Muspa Pertama Malinau, Ketua PB FKWT Kaltara Paparkan Sejarah Organisasi, Sudah Terbentuk Sejak 1998

"6 kegiatan itu, yang paling besar adalah rencana rehabilitasi. Rencana rehabilitasi ini pada lahan-lahan yang sudah disetujui secara teknis untuk dilakukan penanaman," ungkapnya.

Dari keseluruhan program pemanfaatan dana DBH DR tersebut, bobot kegiatan yang paling berat menurutnya adalah rencana rehabilitasi hutan melalui reboisasi atau penanaman kembali.

"Yang paling berat adalah di rehabilitasi ini ya. Karena prosesnya panjang dan tidak semudah perencanaan. Sudah direncanakan penanaman, kita masih harus konsultasi lagi terkait lokasi penanaman, meskipun arealnya sudah ditentukan," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved