Berita Malinau Terkini

Kebutuhan Pokok Kian Mahal di Malinau, Warga Usulkan Pangan Murah Rutin untuk Stabilkan Harga

Harga kebutuhan pokok di Malinau terus naik, warga usul program pangan murah dijalankan secara rutin untuk intervensi harga.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
PANGAN MURAH – Ibu rumah tangga membeli 3 kebutuhan pokok, beras, gula, dan minyak goreng di pangan murah Malinau Kota, Sabtu (30/8/2025). Warga menilai pemerintah perlu mengintervensi kenaikan harga dengan menggelar kegiatan rutin. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Harga kebutuhan pokok di Malinau terus mengalami kenaikan signifikan, Sabtu (30/08/2025).

Kondisi ini mendorong warga mengusulkan agar program pangan murah dijalankan secara rutin sebagai langkah intervensi harga.

Sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur menjadi beban utama rumah tangga.

Kenaikan harga pada komoditas ini dinilai memberatkan pengeluaran bulanan masyarakat.

Baca juga: Jaga Stabilitas Harga Pasar, Pemkab Malinau Salurkan Pangan Murah Serentak di 9 Kecamatan

Di sisi lain, program pangan murah yang digelar pemerintah sebelumnya terbukti mampu menekan harga hingga lebih dari 20 persen.

Perbedaan harga dengan pasaran cukup dirasakan langsung oleh pembeli.

“Sekarang ini, beras yang biasa kita beli itu rata-rata sampai Rp 17-18 ribu sekilo. Minyak (goreng) Rp 22 ribu. Sekarang apa-apa sudah kerasa naiknya," ungkap Mariani, ibu rumah tangga di Malinau, Sabtu (30/8/2025) sore.

Mariani merupakan satu dari sekian warga yang memanfaatkan gerakan pangan murah yang dilaksanakan serentak hari ini di 9 kecamatan di Malinau.

Di Malinau Kota, Pemkab Malinau bersama Polres Malinau dan TNI menggelontorkan total 1 ton beras dengan harga sedikit murah.

Rincian distribusi antara lain Malinau Kota 1 ton beras, 300 liter minyak, dan 300 kilogram gula. Melalui gerakan yang sama, dinilai mampu menekan harga.

"Kan kalau beras SPHP kena Rp 63 ribu di sini satu sak (5 kg). Beli 2 berarti Rp 126 ribu. Kalau di luar untuk 10 kg itu sampai Rp 180 ribu atau Rp 200 ribu. Jadi cukup irit juga," katanya.

Masyarakat mengusulkan upaya yang sama terus dilakukan untuk menstabilkan harga pangan yang semakin mahal dan kini sulit dijangkau warga berpenghasilan rendah.

Warga bisa berhemat sekira 24-26 persen melalui gerakan pangan murah.

Lansia asal Malinau Kota, Zainab mengatakan dirinya sempat membeli masing-masing 2 item per jenis bahan pokok.

"Tadi belinya beras 2, 10 kilo Rp 126 ribu. Gula 2 kg Rp 35 ribu dan minyak makan 2 liter Rp 37 ribu. Totalnya 198 ribu. Kalau harga normal habis sekitar Rp 266 ribu," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved