Opini

Arah Arus Pembiayaan Ekonomi

Mekanisme pasar dorong efeisiensi, sementara peran regulator jamin stabilitas dan keamerataan.Artinya pasar dan regulator sangat diperlukan

Editor: Sumarsono
HO
DR Margiyono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan 

Oleh: Dr Margiyono

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan dan Penulis Kebijakan Bank Indonesia

TRIBUNKALTARA.COM - Mekanisme pasar dorong efeisiensi, sementara peran regulator jamin stabilitas dan keamerataan.

Artinya pasar dan regulator sangat diperlukan. Untuk menjamin pembangunan ekonomi yang efisien dan stabil.

Persaingan yang kebablasan lahirkan dominasi terhadap yang lemah. Kemudian yang lemah akan dihisap sumberdayanya. Dalam konteks wilayah ini disebut kebocoran wilayah.

Ujungnya adalah ketidakseimbangan dan kesenjangan antar-wilayah.

Mekanisme pasar yang kebablasan akan konsentrasikan modal dan tenaga kerja pada wilayah tertentu.

Polanya adalah wilayah yang lebih maju akan menghisap sumberdaya yang tertinggal. Dampaknya tentu, daerah itu akan tetap  tertinggal.

Tak heran jika ada istilah, yang kaya makin kaya, sementara dan yang miskin tambah menderita.

Daerah yang kalah dalam bersaing akan banyak mengekspor inputnya. Misalnya modal, tenaga kerja, bahan baku dan lainnya.

Sebaliknya daerah itu akan banyak impor produk jadi. Sementara daerah yang dominan akan menjadi daerah ekspotir.

Daerah pengekspor memperoleh surplus ekonomi yang lebih tinggi.

Baca juga: Penting Ubah Arus Pembiayaan Perbankan

Tak heran jika daerah itu lebih maju. Kita akan diskusikan dinamika persaingan antar-daerah dan arah arus  investasi.

Pergeseran Investasi Kaltara

Setengah abad terakhir dinamika hubungan antar-wilayah di Kaltara didominasi oleh kota Tarakan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved